Korban Luapan Sungai Cibeet Mengungsi

MENGUNGSI: Warga Desa Karangligar mengungsi di rumah warga yang lebih aman.
KARAWANG, RAKA – Banjir kembali merendam Desa Karangligar dan Desa Mekarmulya Kecamatan Telukjambe Barat. Ada 485 rumah terendam akibat meluapnya sungai Cibeet ini.
Banjir ini bukan yang pertama di tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat sebanyak 485 rumah di dua desa di Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, terendam air akibat banjir yang terjadi sejak Kamis (20/2). Di Desa Karangligar ada 411 rumah, 506 KK, atau 1.481 jiwa, sementara di Desa Mekarmulya terdapat 74 rumah, 86 KK atau 263 jiwa. “Jumlah rumah yang terdampak luapan sungai Cibeet ada 485 rumah di dua desa yaitu Karangligar dan Mekarmulya,” ungkap Kepala BPBD Karawang Yasin Nasrudin, Jum’at (21/2).
Ketinggian air di dua desa tersebut atau Kecamatan Telukjambe Barat, lanjutnya, mencapai 30 sentimeter, hingga 1,5 meter. Saat ini, warga terdampak banjir di Desa Karangligar sudah mengungsi sejak kemarin ke rumah penduduk yang lebih aman. “Warga sudah mengungsi ke rumah-rumah yang belum terdampak banjir,” ucapnya.
Sebelumnya Yasin juga mengatakan, muka air di Karangligar naik karena curah hujan tinggi di hulu sungai Cibeet di Kabupaten Bogor. “Termasuk air Citarum juga tinggi, makanya air meluap ke pemukiman warga,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, pihaknya telah mengunjungi lokasi banjir di Karangligar dan menyiapkan satu perahu untuk keperluan evakuasi. Tempat pengungsian juga disediakan di masjid dan halaman kantor desa. Sebagian warga ada yang mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak terendam banjir. “Bantuan logistik nanti pasti ada,” tutupnya. (asy)