HEADLINEKarawang

Sektor Pariwisata Kedodoran

BERENANG DI GREEN CANYON: Sejumlah wisatawan menikmati aliran air Curug Ciomas yang diapit oleh tebing batu, akhir pekan kemarin. Keberadaan Green Canyon di Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan dan sejumlah wisata alam di Karawang selatan ini seharusnya bisa mendongkrak pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata.

Target Retribusi Rp160 Juta, Baru Dapat Rp29 Juta

KARAWANG, RAKA – Kabupaten Karawang hanya menjadi perlintasan warga DKI Jakarta yang ingin pelesiran ke Kota Bandung. Padahal, Kota Pangkal Perjuangan memiliki objek wisata yang tidak kalah banyak untuk bisa dikunjungi. Namun, hingga saat ini potensi tersebut belum diseriusi menjadi identitas Karawang yang kadung disebut kota industri.

Selain infrastruktur yang kurang memadai, anggaran promosi morat marit, ditambah minimnya anggaran pengembangan wisata. Maka tidak heran jika target retribusi tahun ini hanya Rp160 juta. Dan hingga bulan Juni, baru memperoleh Rp29 juta. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang Yudi Yudiawan mengatakan, awalnya Disparbud menargetkan Rp500 juta pada tahun 2020. Namun karena pandemi covid 19, pihaknya menurunkan target retribusi menjadi Rp160 juta. “Sementara realisasi baru Rp29 juta. Karena banyak yang tutup,” katanya kepada Radar Karawang, kemarin.

Dikatakan Yudi, ada 70 destinasi wisata yang dikelola oleh Disparbud Karawang. Namun untuk anggaran pengembangan wisata itu tidak ada. Saat ini pihaknya hanya akan melakukan promosi pariwisata di Karawang. Baik melalui media sosialisasi seperti billboard dan vidiotron atau bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Menurutnya, promosi dilakukan agar setelah covid-19 berlalu di Kabupaten Karawang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata bisa semakin meningkat dan mengundang banyak wisatawan lokal maupun luar daerah untuk datang. “Semua hotel di Karawang harus mengenalkan tempat-tempat wisata di Karawang, dan yang menjadi ciri khas di Karawang. Insya Allah tahun 2021 mulai fokus ke wisata,” ujarnya.

Ditanyakan mengenai rencana anggaran untuk pengembangan wisata melalui promosi, Yudi mengatakan jika hal tersebut masih dihitung dan akan diusulkan melalui APBD 2021.

Ketua DPRD Kabupaten Karawang Pendi Anwar mengatakan, Disparbud memiliki anggaran cukup besar. Pada tahun anggaran 2020 ini juga mengalami peningkatan cukup besar yaitu sebesar Rp25 miliar. Sedangkan pada tahun sebelumnya hanya Rp12 miliar. “Posturnya nanti diperbaiki melalui Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) Perubahan, karena kemarin kena refocusing untuk covid,” katanya.

Diteruskannya, destinasi wisata memerlukan anggaran yang cukup besar. Tidak akan cukup Rp10 miliar atau Rp20 miliar. Untuk itu, yang dianggarkan sesuai dengan kemampuan Pemkab Karawang atau dengan dipihakketigakan. Ia juga mengakui jika PAD dari sektor wisata masih sangat kecil. “Perlu pengkajian yang khusus karena anggarannya cukup besar,” ujarnya.

Masih dikatakan Pendi, infrasturuktur sebagai penunjang wisata di Karawang sudah dianggarkan sejak beberapa tahun lalu. “Kalau infrastruktur jalan menuju wisata sudah bagus. Itu sudah dianggarkan dari beberapa tahun lalu,” ucapnya.

Untuk mendukung dan meningkatkan PAD dari sektor wisata, DPRD Karawang tengah menyusun raperda desa wisata. Hal itu bertujuan agar semua desa mengembangkan potensi wisata di desa masing-masing, sehingga akan menghasilkan PADes. “Saat ini sudah ada perda desa wisata,” pungkasnya. (nce)

Related Articles

Back to top button