KARAWANG

Cegah Anemia pada Remaja Putri

KARAWANG, RAKA- Berdasarkan Survei Dasar Kesehatan Indonesia (SDKI) dan Kemendikbud 2017, remaja anemia sebesar 22 persen, pendek 30 persen, kurus 10 persen, dan obesitas 8 persen. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk mencegah penyakit ini.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kabupaten Karawang Nurmala Hasanah, mengajak masyarakat untuk mencegah anemia pada remaja putri. Berdasarkan Survei Dasar Kesehatan Indonesia (SDKI) dan Kemendikbud 2017, kata dia, remaja anemia sebesar 22 persen, pendek 30 persen, kurus 10 persen, dan obesitas 8 persen. “Kita melihat kondisi remaja saat ini, anak-anak ini banyak yang tidak sarapan pagi, tidak ada yang sama sekali mengonsumsi buah dan sayur, mengonsumsi yang bersoda dan makanan yang siap saji,” katanya.
Nurmala menjelaskan, anemia merupakan keadaan di mana kadar Hemoglobin (Hb) di bawah seharusnya. Kadar normal pada Hb yakni 13 gr/dL pada laki-laki dewasa, sedangkan untuk perempuan dewasa di atas 12 gr/dL, jika kurang dari itu maka disebut anemia. Ciri-ciri anemia sering disebut 5 L yakni Lemah, Letih, Lesu, Lunglai dan Lalai. Anemia terjadi secara perlahan, sehingga gejalanya sering tidak terasa, saat gejala terasa biasanya anemia sudah cukup berat. “Kita konsen pada anemia terkait kekurangan gizi mikro terutama kekurangan zat besinya, jadi kita bisa mengatasinya dengan mengonsumsi terutama pada Tabelet Tambah Darah (TTD) ini seperti tabelet FE yang diminumkan InsyaAllah mudah-mudahan bisa tercukupi terutama dengan makanan gizi seimbang bisa keluar dari anemia,” ujarnya.
Pihaknya sudah mulai melakukan upaya pencegahan anemia khususnya pada remaja putri, bekerja sama dengan Disdikpora Kabupaten Karawang dan Kemenag yang membawahi sekolah-sekolah MTs. “Kita sudah mulai dari Dinkes dan dengan OPD terkait terutama dari Disdikpora dan Kemenag. Jadi kita sudah memberikan TTD kepada sekolah dan anak-anak ini harus meminum TTD itu 1 minggu 1 tabelet, dan diharapkan remaja putri terutama harus meminum 52 tabelet selama satu tahun,” ucapnya.
Terfokus pada remaja putri, lanjut dia, remaja putri merupakan calon ibu. Maka dengan demikian, dipersiapkan untuk mempunyai status kesehatan yang baik. Agar nantinya, bisa mencegah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Bayi (AKB) yang tinggi. “Ini tidak dilihat dari anemia atau tidak, tetapi remaja putri itu meminum TTD agar kita mempersiapkan mereka untuk tidak anemia dan juga bisa menjaga kekebalan tubuh serta tidak rentan terhadap penyakit juga,” tutur dia. (dis)

Related Articles

Back to top button