Purwakarta
Trending

Ajarkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini

PURWAKARTA, RAKA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta kembali menegaskan arah kebijakan pendidikan dasar melalui penyelenggaraan Gandrung Mulasara Tatanen di Bale Atikan (TdBA) 2025.

Kegiatan yang digelar pada 29–30 Desember 2025 di Mandala Karsa Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Purwakarta ini menjadi penanda kuat bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran ekologis peserta didik.

Mengusung tema “Manusa Linuhung Mulasara Jeung Guguru ka Alam Ciptaan”, Disdik Purwakarta menempatkan alam dan kearifan lokal sebagai fondasi utama proses pembelajaran. Melalui kurikulum muatan lokal TdBA, peserta didik diarahkan untuk memahami nilai kehidupan, tanggung jawab sosial, serta relasi harmonis antara manusia dan lingkungan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Purwakarta, Dede Supendi, mengatakan Gandrung Mulasara merupakan puncak dari proses pembelajaran TdBA yang telah berlangsung selama satu tahun di sekolah.

“Ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus evaluasi pembelajaran Tatanen di Bale Atikan. Selama satu tahun peserta didik belajar melalui pendekatan berbasis proyek dan produk, dan hari ini kita panen hasilnya,” ujar Dede Supendi, Senin (29/12).

Ia menjelaskan, inti dari pembelajaran TdBA bukan hanya pada keterampilan bercocok tanam, melainkan pada proses pembentukan karakter melalui pengalaman belajar langsung.

“Anak-anak belajar mulai dari menanam, mengolah, hingga mempresentasikan hasilnya sebagai output pembelajaran kurikulum muatan lokal,” jelasnya.

Menurut Dede, pendekatan tersebut mendorong peserta didik untuk memahami nilai kerja sama, keuletan, dan tanggung jawab, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Peserta didik dilatih kerja sama, keuletan, dan tanggung jawab, sekaligus ditumbuhkan kecintaannya terhadap lingkungan sejak dini,” ungkap Dede.

Ia menambahkan, pemanfaatan lahan sekolah, termasuk lahan sempit atau termajinalkan, menjadi bagian penting dalam pembelajaran TdBA.

“Pemanfaatan lahan sekolah berdampak pada meningkatnya kepedulian peserta didik terhadap lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah,” katanya.

Dalam pelaksanaan tingkat kabupaten, Gandrung Mulasara hanya menampilkan 17 stan yang masing-masing mewakili satu kecamatan. Hal tersebut dilakukan mengingat jumlah sekolah di Kabupaten Purwakarta yang mencapai ratusan.

“Yang tampil di tingkat kabupaten merupakan karya terbaik hasil seleksi berjenjang di kecamatan,” pungkasnya. (yat)

Related Articles

Back to top button