KOTABARU, RAKA- Setelah warga mempertanyakan upaya pengembang tangani banjir, akhirnya pengembang perumahan Villa Kencana Karawang (VKK) keluar dan menemui warga.
Pengembang perumahan di Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru ini janji bakal bangun Dinding Penahan Tanah (DPT) serta kolam retensi.
Rencana tersebut disampaikan dalam pertemuan antara pihak pengembang PT Alexandra Cahaya Pratiwi dan warga RT 04/RW 02 Perumahan VKK yang digelar di Galeri Marketing VKK, Rabu (28/01).
Ketua RT 04, RW 02 Banda Subanda mengatakan, banjir yang terjadi dipicu oleh meluapnya Sungai Cipondoh yang membentang di sekitar kawasan perumahan. Ia menduga, pendangkalan sungai akibat tumpukan sedimen menjadi salah satu penyebab utama air mudah meluber ke permukiman saat hujan deras.
“Warga berharap ada normalisasi Sungai Cipondoh, supaya ketika musim hujan air tidak lagi masuk ke area perumahan,”katanya, Rabu (28/1).
Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT Alexandra Cahaya PratiwiHerry Susanto mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemetaan kondisi lingkungan VKK dalam sebulan terakhir.
Dari hasil pemetaan, persoalan banjir dinilai sebagai masalah yang paling mendesak. Ia menyebut pengerukan sungai tidak bisa dilakukan sembarangan karena berpotensi memicu longsor di beberapa titik, yang justru dapat merusak DPT yang sudah ada. Karena itu, perusahaan menyiapkan alternatif penanganan.
“Solusi yang akan kami usulkan ke manajemen adalah pembangunan DPT di sepanjang aliran Sungai C7 sampai C9. Selain itu, akan dibuat kolam retensi sekitar 200 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih dua meter,”paparnya
Meski begitu, ia mengakui pembangunan infrastruktur tersebut membutuhkan proses, mulai dari pengajuan hingga pelaksanaan proyek. Sebagai langkah sementara, pengembang akan membuat tanggul darurat dari karung berisi tanah untuk menahan limpasan air, serta menyediakan pompa air guna membantu mengalirkan genangan.
“Kami sudah mulai pengukuran dan perencanaan. Targetnya dua minggu ke depan SPK selesai. Sambil menunggu, kami buat dulu tanggul sementara,”terangnya.
Di sisi lain, warga berharap komitmen tersebut benar-benar diwujudkan. Salah seorang warga, Zulkifli, menekankan agar rencana penanganan banjir tidak berhenti sebatas wacana. “Jangan sampai ini hanya jadi rencana tanpa realisasi. Kami berharap ini pertemuan terakhir membahas banjir karena setelah ini sudah masuk tahap pelaksanaan,”tegasnya. (zal)



