
KLARI, RAKA- Jalan utama menuju PT Chang Shin yang berada di Desa Kiarapayung, Kecamatan Klari, mengalami kerusakan cukup parah sejak memasuki musim penghujan tahun ini.
Sejumlah titik di badan jalan dipenuhi lubang besar yang tergenang air, sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
Pantauan di lokasi, kerusakan jalan terlihat semakin melebar dan dalam. Genangan air yang menutupi lubang membuat pengendara sulit memperkirakan kedalaman jalan yang rusak.
Kondisi ini diperparah dengan tingginya volume kendaraan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja karyawan pabrik.
Salah seorang warga setempat Ahmad (45) mengatakan, kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum ada perbaikan menyeluruh. Menurutnya, kondisi jalan semakin memburuk sejak intensitas hujan meningkat beberapa bulan terakhir.
“Kerusakan ini sebenarnya sudah mulai terlihat sebelum musim hujan, tapi sekarang kondisinya jauh lebih parah. Setiap hari dilalui kendaraan besar seperti truk, jadi lubangnya cepat sekali melebar. Kalau hujan turun, lubang-lubang itu tertutup air dan kelihatan seperti genangan biasa. Padahal dalam sekali. Sudah beberapa kali saya lihat pengendara motor hampir terjatuh karena kaget saat bannya masuk ke lubang,” katanya, Rabu (25/2).
Ia juga menambahkan, bahwa warga sekitar kerap berinisiatif menutup lubang dengan material seadanya, seperti batu dan puing, demi mengurangi risiko kecelakaan. Namun upaya tersebut hanya bertahan sementara.
“Kami pernah coba uruk pakai batu supaya tidak terlalu dalam, tapi karena sering dilewati kendaraan berat, batu-batunya cepat bergeser dan lubangnya terbuka lagi. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah, karena ini jalan utama menuju kawasan industri dan setiap hari ramai dilalui masyarakat,”terangnya.
Keluhan serupa disampaikan Putri Diana (28), seorang pengguna jalan yang setiap hari melintas untuk bekerja. Ia mengaku harus lebih berhati-hati, terutama saat pagi hari atau setelah hujan turun.
“Kalau pagi atau habis hujan, lubangnya sama sekali tidak kelihatan. Kami terpaksa jalan pelan-pelan dan itu bikin macet juga. Takutnya motor selip, jatuh, atau kendaraan rusak. Jalan ini akses utama kami untuk bekerja, jadi kami sangat berharap segera diperbaiki sebelum ada korban yang lebih serius,”ujarnya.
Dia pun berharap, pemerintah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan permanen agar kerusakan tidak semakin meluas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kami sebagai masyarakat masih menunggu tindak lanjut konkret atas kondisi jalan yang dinilai sudah mendesak untuk diperbaiki,” tutupnya. (zal)



