
PURWAKARTA, RAKA – Upaya pencegahan kenakalan remaja terus didorong dengan menekankan peran pelajar sebagai generasi muda yang memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.
Pelajar dinilai perlu dibekali kesadaran hukum serta pembentukan karakter sejak dini agar tidak terjerumus dalam geng motor, tawuran, maupun perkelahian.
Kesadaran tersebut menjadi penting mengingat keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan kerap berawal dari pergaulan yang salah dan minimnya pemahaman terhadap dampak hukum serta sosial dari perilaku menyimpang.
Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat, AKP Toto Herman Permana, menyampaikan bahwa pendekatan pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan hukum setelah pelanggaran terjadi.
Oleh karena itu, pelajar diharapkan mampu menyaring pengaruh lingkungan negatif yang berpotensi merusak masa depan mereka.
“Kenakalan remaja bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak panjang terhadap masa depan. Pelajar harus berani menolak tawuran, geng motor, dan kekerasan dalam bentuk apa pun,” ujarnya, Kamis (22/1).
Selain kekerasan jalanan, ancaman lain yang juga perlu diwaspadai adalah penyalahgunaan narkoba serta penggunaan media sosial yang tidak bijak. Menurut Toto, jejak digital yang ditinggalkan pelajar dapat berdampak jangka panjang terhadap kehidupan pribadi maupun sosial mereka.
”Keberhasilan pencegahan kenakalan remaja tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat dinilai sangat menentukan dalam membimbing dan mengawasi generasi muda,” ungkapnya.
Masyarakat pun diimbau untuk aktif melaporkan apabila menemukan indikasi aktivitas yang mengarah pada gangguan keamanan dan ketertiban, sehingga dapat segera ditangani secara preventif. (yat)



