
radarkarawang.id – Hidup bermasyarakat di wilayah perkotaan, belum tentu bisa menjamin gizi ibu hamil hingga balita agar terhindar dari stunting. Tercatat ada 144 balita stunting di Karangpawitan pada tahun 2022.
Dengan angak kasus stunting lebih dari seratus orang. Saat itu kelurahan Karangpawitan ditetapkan sebagai desa atau keluarga lokus penurunan dan pencegahan stunting di Karawang.
Kini pemerintah Kelurahan Karangpawitan, terus melakukan berupaya untuk menekan angka stunting. Dan saat saat ini jumlah anak stunting tersisa sekitar 70 anak.
”Yang pasti jumlah kasus stunting di Karangpawitan ini ada penurunan dari sebelumnya,” kata Rasam Hermanto Kasi Pemerintahan Kelurahan Karawangpawitan, Karawang Barat, Selasa (9/9).
Rasam menyebut upaya yang telah dilakukan pemerintah ini, salah satunya melalui program PMT atau pemberian makanan tambahan bergizi. Kemudian dengan adanya kegiatan rutin posyandu.
”Upaya sudah kita lakukan, kita ingin masyarakat juga menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.
Di Keluarahan Karangpawitan sendiri memiliki 34 Posyandu yang tersebar di 26 RW. Adapun jumlah penduduk per Agustus 2025 di Kelurahan Karangpawitan ini sebanyak 25.185 jiwa, dengan rincian laki-laki 12.342 orang dan perempuan 12.843.
”Itu jumlah penduduk Karangpawitan per bulan Agustus tahun ini,” kata Rasam. (mra)



