TELUSUR
Trending

Bagi-Bagi Motor Listrik MBG

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto membuka peluang bagi kementerian atau lembaga lain untuk menggunakan armada sepeda motor listrik yang telah diadakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kendaraan operasional tersebut pada awalnya dialokasikan untuk mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengungkapkan bahwa sejumlah instansi telah menyampaikan ketertarikan untuk memanfaatkan kendaraan listrik tersebut. Beberapa di antaranya meliputi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, sektor pertanian, hingga kalangan pendidik.

“Kemarin, sempat memang ada beberapa yang mengusulkan untuk pemanfaatan itu, ya, ada dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN untuk yang kayak ini (kader atau penyuluh yang mengantar MBG ke ibu hamil, ibu menyusui, atau balita), lalu dari pertanian, dari guru juga ada, tetapi silakan mengajukan ke Pak Presiden,” kata Agustina Arumsari di Jakarta.

Agustina menjelaskan bahwa kementerian atau lembaga yang berminat diwajibkan untuk mengajukan permohonan secara resmi agar dapat dikaji lebih lanjut oleh tim kepresidenan. Menurutnya, pengalihan fungsi ini dimungkinkan karena pihak BGN menilai kendaraan tersebut tidak terlalu mendesak bagi kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kalau kami sifatnya nanti mengikuti saja, karena sebenarnya tadinya itu, kan, untuk kepala SPPG yang sebenarnya menurut kami enggak membutuhkan. Fungsi mereka, kan, sebenarnya lebih kepada pengawasan di dalam, mereka enggak yang perlu motor atau lapangan dan sebagainya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agustina memberikan catatan mengenai spesifikasi teknis kendaraan yang tersedia. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar armada merupakan motor listrik berjenis trail, yang memerlukan pertimbangan khusus terkait kecocokan penggunanya di lapangan.

“Sudah terlanjut motor trail, artinya, ya, mungkin buat ibu-ibu kayaknya enggak cocok kalau motor trail. Nah, itu hal-hal yang harus dipertimbangkan, nih, karena kita bukan mulai dari nol nih (pengadaannya) ada motor trail berapa, lalu yang motor model bebek itu ada berapa, itu, kan, harus ada hal-hal yang dipertimbangkan,” pungkas Agustina Arumsari.

Related Articles

Back to top button