Bansos Dicabut Tanpa Alasan, Warga Cijantung Purwakarta Tuntut Transparansi Dana Desa

PURWAKARTA, RAKA – Nasib pilu dialami Ondi (84), seorang lansia yang tinggal seorang diri di Kampung Sindangjaya, Desa Cijantung, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. Di usia senjanya, ia justru harus menghadapi kenyataan pahit setelah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang selama ini menjadi penopang hidupnya tiba-tiba dihentikan tanpa penjelasan yang jelas.
Kondisi Ondi disebut sangat memprihatinkan. Ia hidup dengan keterbatasan, hanya mengandalkan bantuan seadanya dari anaknya serta uluran tangan dari program pemerintah. Namun kini, salah satu sumber bantuan tersebut justru terputus.
Putra Ondi, Wahyu Hidayat, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan pemerintah desa yang dinilai tidak transparan. Ia mengaku sudah mencoba meminta klarifikasi, namun tidak mendapatkan jawaban yang memadai.
“Jawaban dari operator desa tidak menjelaskan alasan kenapa ayah saya dicoret. Hanya disuruh menunggu untuk diajukan lagi ke bantuan berikutnya,” ujar Wahyu, Kamis (27/3).
Menurut Wahyu, keluarga tidak menuntut lebih selain kejelasan. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa seharusnya terbuka terkait alasan pencoretan penerima bantuan, terlebih bagi warga yang masuk kategori rentan.
Ia menambahkan, secara logika, penghentian bantuan terhadap lansia yang hidup sendiri justru menimbulkan tanda tanya besar. Apalagi, tidak ada penjelasan apakah bantuan tersebut dialihkan kepada pihak lain.
“Harusnya jelas, dicoret karena apa dan dialihkan ke siapa. Ini menyangkut hak orang yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Hingga saat ini, pihak Pemerintah Desa Cijantung belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik tersebut. Kepala desa setempat juga belum merespons permintaan konfirmasi.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran lebih luas di tengah masyarakat, terutama bagi warga miskin ekstrem yang sangat bergantung pada bantuan sosial. Ketidakjelasan mekanisme penyaluran dan penghentian bantuan dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik.
Kasus yang dialami Ondi menjadi cerminan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial, agar tidak salah sasaran dan tetap berpihak kepada mereka yang paling membutuhkan. (yat)



