
PURWAKARTA, RAKA – Intensitas hujan yang tinggi disertai cuaca ekstrem melanda Kabupaten Purwakarta dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memicu berbagai kejadian bencana di sejumlah wilayah, mulai dari genangan dan banjir, pohon tumbang, hingga longsor. Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang pergantian tahun.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, mengatakan bahwa dalam satu hari saja, tepatnya pada Minggu (28/12) tercatat banyak kejadian bencana akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Perumahan Panorama di kawasan Simpang, wilayah Tegal Munjul, serta longsor yang terjadi di Kecamatan Jatiluhur.
“Intensitas hujan di Kabupaten Purwakarta cukup tinggi. Ada beberapa titik yang mengalami kejadian bencana seperti genangan atau banjir, pohon tumbang, termasuk juga longsor di Jatiluhur dan sejumlah titik lainnya,” ujarnya saat ditemui di lokasi longsor Jatiluhur, Minggu (28/12) malam.
Ia menjelaskan, genangan dan banjir yang terjadi di beberapa kawasan permukiman umumnya disebabkan oleh sistem drainase yang tersumbat. Akibatnya, aliran air tidak lancar dan meluap ke jalan serta rumah warga.
“Untuk banjir atau genangan itu disebabkan adanya drainase yang tersumbat sehingga menyebabkan aliran air meluap,” katanya.
Cuaca ekstrem tersebut juga berujung pada kejadian longsor di wilayah Jatiluhur yang terjadi pada hari yang sama. Dalam peristiwa itu, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor. Kejadian tersebut menjadi pengingat serius akan tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Purwakarta saat ini.
Erlan menambahkan, BPBD bersama unsur terkait terus bersiaga dan melakukan pemantauan di wilayah-wilayah rawan bencana. Kesiapsiagaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kejadian serupa, terlebih menjelang perayaan tahun baru.
“Tentu dari kami siap menghadapi segala potensi kejadian bencana, terutama dalam rangka menjelang tahun baru ini,” ucapnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang. Warga diminta segera melaporkan jika melihat tanda-tanda potensi bencana, serta menghindari aktivitas di lokasi berisiko saat hujan deras berlangsung.
“Mudah-mudahan intensitas hujan di Kabupaten Purwakarta akan menurun sehingga kita semua aman dari bencana,” pungkasnya. (yat)



