
PURWAKARTA, RAKA – Upaya penataan lingkungan berbasis kearifan lokal terus dilakukan Pemerintah Kelurahan Tegalmunjul, Kabupaten Purwakarta. Melalui inovasi bertajuk Make Manah (Dengan Hati), kawasan benteng di sepanjang Jalan Ipik Gandamanah yang sebelumnya tampak kumuh dan penuh vandalisme kini berubah menjadi benteng bambu bernilai estetika tinggi.
Penataan lingkungan tersebut mengusung filosofi “Raksa Riksa Lembur Kula”, yang berarti menjaga dan merawat kampung sebagai ruang hidup bersama. Konsep ini tidak hanya berorientasi pada keindahan visual, tetapi juga pada peningkatan kenyamanan dan kualitas lingkungan masyarakat sekitar.
Pantauan di lapangan menunjukkan benteng yang dulunya kusam kini tampil lebih rapi dan menarik perhatian pengguna jalan. Material bambu dipilih sebagai elemen utama karena dinilai ramah lingkungan, ekonomis, sekaligus merepresentasikan nilai budaya lokal yang kuat.
Lurah Tegalmunjul, Yudha Agus Prasetya, menyampaikan bahwa penataan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah kelurahan dalam menciptakan lingkungan yang tertata dan memiliki nilai estetika tanpa harus mengeluarkan anggaran besar.
“Kami melihat lokasi ini memiliki potensi. Daripada dibiarkan tidak terurus, kami mencoba menghadirkan penataan sederhana dengan sentuhan bambu. Alhamdulillah, respons warga sangat baik,” ujar Yudha Agus Prasetya, Selasa (3/2).
Menurutnya, keberhasilan penataan benteng bambu tersebut tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat. Pemerintah kelurahan sengaja membuka ruang partisipasi agar warga merasa memiliki dan turut bertanggung jawab dalam menjaga hasil penataan.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara aparat kelurahan dan warga menjadi kunci utama keberlanjutan program. Dengan keterlibatan tersebut, diharapkan kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan dapat terus tumbuh.
“Kami ingin masyarakat ikut menjaga bersama. Penataan ini bukan sekadar memperindah, tetapi membangun kepedulian dan rasa cinta terhadap lingkungan,” jelasnya.
Selain memberikan dampak visual, penataan benteng bambu juga dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan. Area yang sebelumnya terkesan gelap dan tidak terawat kini menjadi lebih tertib dan sedap dipandang.
Ke depan, Pemerintah Kelurahan Tegalmunjul berencana menerapkan konsep serupa di sejumlah titik lain yang dinilai membutuhkan penataan. Inovasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas dan kebersamaan mampu menghadirkan perubahan positif, meski dengan keterbatasan anggaran.
Melalui program Make Manah, kawasan yang sebelumnya identik dengan kesan kumuh kini bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih layak, ramah lingkungan, dan memiliki nilai estetika bagi masyarakat Purwakarta. (yat)



