
PURWAKARTA, RAKA – Destinasi wisata alam Parang Gombong yang belakangan viral di berbagai platform media sosial kini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
Untuk menjaga daya tarik dan kelestariannya, warga bersama pemerintah dan unsur masyarakat menggelar aksi bersih-bersih bertajuk Ngosrek Parang Gombong di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jumat (23/1/).
Parang Gombong yang dikenal dengan panorama alamnya yang eksotis dan kerap menjadi latar konten wisatawan, dinilai perlu dikelola tidak hanya dari sisi promosi, tetapi juga kebersihan dan keberlanjutan lingkungannya. Melalui kegiatan Ngosrek yaitu singkatan dari Ngored, Bersih-bersih, dan Berseka, para peserta menyisir area wisata untuk membersihkan sampah dan menata lingkungan sekitar.
Ketua FK Pokdarwis Kabupaten Purwakarta, Mokhamad Aripin, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam merawat destinasi wisata unggulan yang tengah naik daun. Menurutnya, popularitas Parang Gombong harus diimbangi dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Parang Gombong saat ini ramai dikunjungi wisatawan. Karena itu, kami melaksanakan ngosrek bersama sebagai wujud kepedulian agar kawasan ini tetap bersih, nyaman, dan lestari,” ujar Aripin, Jum’at (23/1).
Ia menjelaskan, pembersihan difokuskan di jalur Kiara Bandung hingga kawasan utama Parang Gombong. Lingkungan yang tertata, kata dia, menjadi bagian penting dari pengalaman wisata yang dirasakan pengunjung. Secara tidak langsung, kebersihan akan menentukan apakah wisatawan ingin kembali atau merekomendasikan tempat tersebut kepada orang lain.
Meski sempat diguyur hujan, semangat peserta tidak surut. Aksi bersih-bersih tetap berjalan dengan antusias sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian Parang Gombong di tengah meningkatnya kunjungan wisata.
Sementara itu, Camat Sukasari Nono Juhana berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin dan menjadi budaya di masyarakat, khususnya di kawasan wisata yang sedang viral. Ia menilai, pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Parang Gombong ini bukan hanya destinasi wisata yang viral, tetapi juga anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga dan merawatnya, salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya,” kata Nono.
Ia menambahkan, lingkungan yang terjaga tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga membangun citra positif pariwisata Purwakarta. Menurutnya, keberlanjutan wisata sangat ditentukan oleh kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga alam.
“Jika lingkungannya terawat, pariwisata akan berjalan berkelanjutan. Ini bukan hanya untuk sekarang, tapi juga untuk masa depan dan generasi yang akan datang,” ujarnya.
Nono juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong, terutama di lokasi wisata yang aktivitas pengunjungnya terus meningkat. Ia menegaskan, kegiatan seperti ngosrek tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga memperkuat kebersamaan sosial.
“Dengan gotong royong, warga bisa saling mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, baik sampah rumah tangga maupun sampah wisata,” pungkasnya. (yat)



