TELUSUR
Trending

BMKG: El Nino & IOD Positif Picu Kekeringan di Indonesia

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius terkait fenomena El Nino yang tengah melanda wilayah Indonesia. Fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah ini berdampak signifikan terhadap penurunan curah hujan di tanah air.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa kondisi ini diperparah dengan adanya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi antara El Nino dan IOD positif tersebut memicu kondisi kemarau yang lebih kering, yang berpotensi mengganggu ketersediaan air serta produktivitas sektor pangan.

“Salah satu dampak perubahan iklim adalah kejadian El Nino dan IOD positif yang semakin sering terjadi,” ujar Dwikorita Karnawati dalam keterangannya.

Berdasarkan data BMKG, El Nino menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik, namun sebaliknya mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia secara umum. Dwikorita memaparkan bahwa jika pada periode 1950-1970 siklus El Nino terjadi setiap 5 hingga 7 tahun, kini frekuensinya meningkat menjadi setiap 2 hingga 3 tahun sekali akibat perubahan iklim global.

Dwikorita Karnawati juga menekankan pentingnya langkah mitigasi dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk menghadapi dampak kekeringan ini. Ia mengingatkan agar pengelolaan sumber daya air dilakukan secara efisien guna menjaga ketahanan pangan.

“Kami menghimbau masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, mengatur tata kelola air dengan bijak, dan beradaptasi dengan pola tanah yang ada,” tegas Dwikorita.

Meskipun kondisi kering mendominasi, BMKG memprediksi adanya masa transisi seiring dengan masuknya angin monsun dari arah Asia. Dwikorita menyatakan optimisme terkait berakhirnya fase kemarau kering ini secara bertahap.

“Alhamdulillah karena adanya angin monsun dari arah Asia sudah masuk mulai November, jadi insya allah akan mulai turun hujan di bulan November,” ungkap Dwikorita. Ia menambahkan, “Artinya pengaruh El Nino akan mulai tersapu oleh hujan sehingga diharapkan kemarau kering insya allah berakhir secara bertahap.”

Hingga saat ini, BMKG terus memantau dinamika atmosfer dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta selalu memperbarui informasi cuaca melalui saluran resmi BMKG.

Related Articles

Back to top button