
PURWAKARTA, RAKA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta resmi menggelar Job Fair Online 2026 menggunakan aplikasi Nyari Gawe, menandai perubahan pola pelayanan ketenagakerjaan dari sistem konvensional menuju layanan berbasis digital.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Purwakarta, Adi Wibowo, mengatakan penggunaan aplikasi Nyari Gawe menjadi langkah baru dalam mempermudah masyarakat mengakses informasi lowongan kerja tanpa harus datang ke lokasi job fair.
“Tahun ini pertama kalinya Purwakarta melaksanakan job fair secara full online menggunakan aplikasi Nyari Gawe. Ini merupakan bagian dari pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik,” ujar Adi, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, keputusan menggelar job fair secara daring tidak muncul begitu saja. Sejak 2023, Disnakertrans telah menerapkan sistem paperless, di mana seluruh dokumen lamaran diunggah secara digital meski kegiatan masih berlangsung secara tatap muka.
Pada 2025, konsep tersebut dikembangkan menjadi sistem hybrid setelah adanya masukan dari Kementerian Ketenagakerjaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan aparat keamanan. Pengalaman itu kemudian menjadi dasar penyelenggaraan job fair yang sepenuhnya online pada tahun ini.
Menurut Adi, penggunaan aplikasi Nyari Gawe juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus memperluas jangkauan layanan.
Melalui aplikasi tersebut, pencari kerja cukup membuat akun menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), melengkapi data diri, lalu memilih lowongan yang tersedia. Bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri, aplikasi juga menyediakan akses menuju sistem Sisko P2MI.
“Semua sudah dipermudah. Tinggal daftar, lengkapi profil, lalu pilih lowongan sesuai keinginan. Tidak perlu lagi datang membawa berkas lamaran,” katanya.
Meski pada hari pertama sempat terjadi perlambatan akses karena tingginya jumlah pengguna yang masuk secara bersamaan, Adi memastikan kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dalam pelaksanaan sistem baru.
Ia meminta masyarakat tidak panik apabila aplikasi berjalan lambat, mengingat masa pendaftaran masih berlangsung hingga 16 Juli 2026.
“Ini bukan siapa yang paling cepat mengirim lamaran langsung diterima. Perusahaan akan menyeleksi kandidat setelah masa pendaftaran selesai, jadi masyarakat tidak perlu terburu-buru,” ujarnya.
Adi juga mengajak para pencari kerja membiasakan diri membaca setiap informasi dan petunjuk penggunaan aplikasi sebelum mendaftar.
Menurutnya, kemampuan memahami prosedur menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang disiplin dan teliti.
“Kalau ada pengumuman, baca dulu dengan baik. Jangan langsung menyimpulkan aplikasi bermasalah. Ketelitian seperti itu juga dibutuhkan ketika nanti bekerja di dunia industri,” kata Adi.
Ia menambahkan, apabila pelaksanaan Job Fair Online 2026 dinilai efektif meningkatkan penempatan tenaga kerja, Disnakertrans berencana kembali menggelar kegiatan serupa pada akhir tahun sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Purwakarta.
Pada pelaksanaan Job Fair kali ini, Adi mengungkapkan sebanyak 41 perusahaan membuka 1.079 lowongan kerja. Ribuan lowongan tersebut didominasi kebutuhan tenaga kerja untuk penempatan di dalam negeri.
Total lowongan tersebut diantaranya terdiri atas 1.019 posisi dari 35 perusahaan dalam negeri dan 60 lowongan dari enam Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
“Awalnya ada 39 perusahaan yang ikut. Menjelang pelaksanaan ada dua perusahaan lagi yang ingin bergabung, sehingga total menjadi 41 perusahaan,” kata Adi. (yat)



