
KARAWANG, RAKA- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang mencatat ribuan laporan masyarakat telah masuk melalui layanan pengaduan Tanggap Karawang sejak pertama kali diluncurkan. Hingga saat ini, total laporan yang direkap mencapai lebih dari 26 ribu aduan dari berbagai kanal. Setiap harinya ratusan aduan masuk ke layanan ini.
Kepala Dinas Diskominfo Kabupaten Karawang, Poltak Sahat Marundut Toruan mengatakan, jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak awal program berjalan hingga sekarang. Laporan masyarakat masuk melalui berbagai platform, mulai dari media sosial hingga aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp.
“Kalau kita rekap setiap akhir tahun, total laporan sejak awal Tanggap Karawang itu sudah mencapai sekitar 26 ribuan. Itu berasal dari berbagai sumber, baik media sosial maupun WhatsApp,” katanya, Senin (30/3).
Ia menjelaskan, seluruh laporan yang masuk akan diteruskan kepada dinas terkait sesuai dengan jenis pengaduannya. Diskominfo berperan sebagai penghubung sekaligus pemantau tindak lanjut dari setiap laporan yang disampaikan masyarakat.
“Setiap hari kami menerima hampir ratusan laporan. Kami bersyukur tim bekerja sangat proaktif. Kami menyalurkan laporan ke dinas terkait, misalnya ke Dinas Perhubungan atau instansi lainnya, lalu kami juga rutin membuat laporan perkembangan, bahkan setiap minggu kami evaluasi,” paparnya.
Poltak menambahkan, pihaknya juga secara berkala melaporkan perkembangan penanganan aduan kepada Bupati Karawang, termasuk dinas yang sudah menindaklanjuti maupun yang belum merespons. Menurutnya, kehadiran layanan Tanggap Karawang kini semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Hal ini berdampak pada percepatan penanganan berbagai permasalahan di lapangan.
“Respon masyarakat cukup bagus. Sekarang masyarakat sudah mulai familiar dengan Tanggap Karawang, sehingga penanganan bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui tidak semua laporan dapat ditangani secara instan, terutama yang berkaitan dengan proyek besar seperti perbaikan jalan dan jembatan yang membutuhkan waktu dan anggaran lebih besar.
Namun, untuk aduan ringan seperti sampah, pohon tumbang penanganannya relatif cepat.
Diteruskannya, adapun jenis laporan yang paling banyak disampaikan masyarakat didominasi oleh persoalan infrastruktur, khususnya jalan rusak dan berlubang yang menjadi kewenangan Dinas PUPR. Selain itu, laporan di bidang kesehatan serta kemacetan lalu lintas juga cukup tinggi.
“Paling banyak itu laporan soal jalan rusak dan berlubang. Kemudian kesehatan, dan juga perhubungan seperti kemacetan. Itu yang paling sering dilaporkan masyarakat,”tutupnya. (zal)



