
PURWAKARTA, RAKA – Ratusan calon jemaah haji asal Kabupaten Purwakarta mulai digembleng menghadapi ibadah di Tanah Suci. Sebanyak 473 peserta mengikuti manasik haji tingkat kabupaten yang digelar di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus 2, Minggu (5/4).
Pembekalan ini bukan sekadar formalitas. Pemerintah secara tegas mendorong jemaah agar tidak bergantung penuh pada pembimbing saat menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Purwakarta, H. Syamsi Mufti, mengungkapkan bahwa ratusan jemaah tersebut terdiri dari 227 laki-laki dan 246 perempuan yang akan diberangkatkan pada musim haji 2026.
“Manasik haji bukan sekadar kewajiban administratif, tapi bentuk kesungguhan pemerintah untuk memastikan jemaah sukses secara spiritual dan sosial,” tegas Syamsi.
Ia menekankan, manasik kali ini membawa misi yang lebih luas. Tidak hanya soal teknis ibadah, tetapi juga membangun kemandirian dan solidaritas antarjemaah.
“Kami ingin jemaah tidak selalu bergantung pada pembimbing. Mereka harus mampu mandiri, sekaligus saling membantu di Tanah Suci,” ujarnya.
Tahun ini, pemerintah juga mengusung pendekatan baru melalui slogan “Haji Ramah Lansia, Perempuan, dan Disabilitas”. Konsep ini menegaskan bahwa pelayanan haji diarahkan lebih inklusif dan humanis.
Menurut Syamsi, pendekatan tersebut menjadi langkah penting mengingat karakter jemaah yang semakin beragam setiap tahunnya.
“Ini bukan hanya soal ibadah, tapi bagaimana kita memberikan pelayanan yang manusiawi bagi semua kelompok,” ungkapnya.
Selain pembekalan spiritual, manasik ini juga menjadi ajang penanaman nilai sosial. Pemerintah berharap para jemaah tidak hanya menjadi haji mabrur secara pribadi, tetapi juga membawa dampak positif setelah kembali ke daerah.
“Kami berharap mereka pulang dengan nilai-nilai yang bisa memperkuat kehidupan sosial di Purwakarta,” katanya.
Untuk keberangkatan, jemaah haji Purwakarta tahun ini dibagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter 12 KJT dijadwalkan berangkat pada 29 April 2026 dengan jumlah 445 jemaah.
Sementara kloter 40 KJT, yang merupakan gabungan dengan Kabupaten Indramayu dan Cirebon, akan berangkat pada 19 Mei 2026 dengan 39 jemaah.
Dengan persiapan yang semakin intensif, pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam kondisi sehat.
“Kami ingin seluruh jemaah berangkat dengan siap, beribadah dengan khusyuk, dan pulang dengan predikat haji mabrur,” pungkas Syamsi. (yat)



