Purwakarta
Trending

‎Celengan Plered Masih Diminati Masyarakat

PURWAKARTA, RAKA – Di tengah arus modernisasi dan maraknya produk celengan berbahan plastik, kerajinan celengan ayam jago khas Plered masih bertahan sebagai simbol budaya sekaligus sarana edukasi menabung.

Kerajinan gerabah yang telah dikenal sejak awal abad ke-20 ini hingga kini tetap diproduksi oleh perajin lokal di Kabupaten Purwakarta.

‎Salah satunya adalah Dadang (43), perajin asal Desa Anjun, Kecamatan Plered, yang menekuni usaha pembuatan celengan ayam jago bersama sang istri, Yanti (39). Usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang dijalankan secara turun-temurun.

‎Ia memilih tetap fokus memproduksi celengan ayam jago karena permintaan pasar yang dinilainya masih stabil dan dapat dijangkau oleh semua kalangan.

‎“Kalau penjualannya, alhamdulillah masih bagus. Celengan ini bisa dibeli masyarakat kecil dan hampir setiap hari selalu ada yang membeli,” ujar Dadang, Kamis (15/1).

‎Ia menjelaskan, proses pembuatan celengan ayam jago dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengolahan tanah liat, pembuatan cetakan, pembentukan, hingga pembakaran.

‎Seluruh proses tersebut memerlukan waktu sekitar 15 hari hingga produk siap dipasarkan. Dalam sehari, ia mampu memproduksi sekitar 50 celengan, sementara proses pembakaran dilakukan seminggu sekali dengan kapasitas mencapai 300 buah.

‎Harga jual celengan ayam jago berkisar antara Rp6.000 hingga Rp15.000 per buah, tergantung pada ukuran. Menurut Kang Dadang, harga yang terjangkau menjadi salah satu alasan produk tersebut tetap diminati masyarakat.

‎Lebih lanjut, ia menyebut celengan ayam jago merupakan warisan budaya masyarakat Anjun yang telah ada sejak tahun 1904. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian kerajinan tradisional tersebut.

‎Meski demikian, hingga kini ia mengaku menjalankan usahanya secara mandiri tanpa bantuan pemerintah dan mengandalkan modal pribadi.

‎Sementara itu, Kepala UPTD Sentra Keramik Plered, Mumun Maemunah menegaskan bahwa keramik tradisional menjadi cikal bakal berkembangnya industri keramik di Plered. Menurutnya, produk-produk tradisional seperti celengan ayam jago masih memiliki potensi besar untuk menggerakkan UMKM lokal.

‎“Kami berharap ada dukungan kebijakan dari pemerintah, termasuk melalui program POE Ibu dan Gerakan Gemar Menabung bagi anak sekolah,” kata Mumun.

‎Ia juga menjelaskan bahwa celengan ayam jago memiliki nilai sejarah yang kuat. Pada masa lalu, saat lembaga perbankan belum berkembang, masyarakat Anjun menciptakan celengan sebagai sarana menyimpan hasil produksi dan menyisihkan pendapatan mereka. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat kembali dikenalkan kepada generasi muda melalui pemanfaatan produk kerajinan tradisional. (yat)

Related Articles

Back to top button