18 Ribu Orang Gatal-gatal

MENGUNGSI: Korban banjir dievakuasi ke tempat yang aman.

Air Sungai Cilamaya Berbakteri

CILAMAYA WETAN, RAKA – Banjir untuk sementara sudah surut di Kecamatan Cilamaya Wetan. Namun, bukan berarti masyarakat bisa hidup tenang. Kini masalah baru muncul, yaitu gatal-gatal, pegal, hingga demam.

Persoalan tersebut muncul karena banjir akibat luapan Sungai Cilamaya, rentan terhadap bakteri dari limbah berbahaya yang sudah mencemari sejak lama. Hal itu berdasarkan pemeriksaan dan pengujian sampel air Sungai Cilamaya oleh Tim Laboratorium Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, secara umum air sungai tersebut tercemar berat dari limbah sejumlah pabrik yang berada di kawasan Subang dan Purwakarta.

DAMPAK AIR SUNGAI CILAMAYA: Seorang warga Kecamatan Cilamaya Wetan menunjukan kulit tangannya memerah.

Plt Kepala Desa Tegalwaru Euis Herawati mengatakan, setelah banjir yang melanda desanya mulai surut, saat ini masyarakat mulai mengeluhkan berbagai macam penyakit. “Kebanyakan gatal-gatal, bentol terus bintik-bintik merah,” katanya kepada Radar Karawang, Senin (13/1).

Menurutnya, hal itu sangat wajar terjadi apalagi melihat kondisi Sungai Cilamaya yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan limbah perusahaan. Sementara banjir yang terjadi saat ini akibat luapan sungai tersebut.

Kendati demikian, dia terus berusaha menenangkan masyarakat. Terlebih hari ini akan dilakukan bakti sosial dari pihak rumah sakit. Melalui itu, dia berharap warganya bisa tertangani. “Entar besok (hari ini) ada baksos di Perum Pratama Permai dari RS Lira Medika. Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat yang kini terkena penyakit,” harapnya.

Kasubag Puskesmas Cilamaya Sumari mengatakan, menurut catatannya, hampir 90 persen masyarakat terdampak di Kecamatan Cilamaya Wetan terkena penyakit gatal-gatal. Artinya, ada sekitar 18.331 orang yang mengalami gatal-gatal. Karena menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, jumlah warga yang terkena banjir sebanyak 20.368 orang.

Menurut Sumari, hal itu disebabkan air bercampur limbah seperti dari septick tank, kotoran domba dan sampah. “Juga mungkin limbah perusahaan yang biasa membuat sungai tercemar,” ucapnya. Ia melanjutkan, keluhan lainnya diantaranya panas atau demam, kecapekan, hingga pegal-pegal. “Pasien gatal-gatal diberi salep,” katanya. (rok) 

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *