690 Hektare Sawah Terendam, Harga Gabah Anjlok

PADI REBAH: Akibat banjir yang merendam pesawahan di Cilamaya Wetan, membuat padi rebah dan cepat busuk.

CILAMAYA WETAN, RAKA – Bencana banjir yang melanda Kecamatan Cilamaya Wetan tahun ini dinilai paling parah dari sebelumnya. Bukan hanya fasilitas umum dan pemukiman warga saja yang menjadi korban, sarana lain seperti sekolah, pesawahan pun ikut terdampak.

Seperti halnya pesawahan di Desa Rawagempol Wetan, hampir 50 hektare lebih padi yang tinggal dua minggu panen itu rusak. Akibatnya, kemerosotan harga jual padi kembali dirasakan para petani.
Petani Desa Rawagempol Wetan,¬†Udin (56) mengatakan, tanaman padi milik petani tinggal menunggu waktu dua minggu untuk dipanen. Namun, akibat bencana banjir, para petani yang sawahnya menjadi korban hanya bisa menepuk jidat dan pasrah. “Yang kemarin Jumat dipanen saja harganya Rp3800 per kilogram, apa lagi yang sekarang,” ujarnya.

TERENDAM: SMK Iptek Cilamaya terendam.

Ia juga mengaku hal ini merupakan resiko bertani dan suatu yang wajar jika harga padi murah. Karena kualitasnya pun membuktikan demikian, dan tidak bisa memaksa untuk menaikan harga. “Kalau padi sudah terendam pasti hitam dan kualitasnya pun jelek. Ini resiko kami sebagai petani,” ucapnya.

Selain itu, yang bisa menurunkan harga padi lebih murah bukan karena warnanya yang hitam. Namun ketika padi tumbuh berakar dan hendak memunculkan tunas daun. Dan hal itu sudah pasti terjadi setelah melihat kondisi pesawahan yang terendam banjir seperti sekarang ini.

Diketahui, sekitar 690 hektare sawah terendam di Kecamatan Cilamaya Wetan. Diantaranya Desa Cikarang 100 hektare, Deda Tegalwaru 140 hektare, Desa Mekarmaya 100 hektare, Desa Cilamaya 50 hektare, Desa Rawagempol Wetan 50 hektare,  Desa Sukatani 50 hektare, Desa Rawagempol Kulon 100 hektare dan Desa Muara 100 hektare. “Bukan hanya sawah, hektaran empang ikan juga terendam, akhirnya ikan pada kabur,” ucapnya.

Selain area pesawahan, sarana pendidikan di Kecamatan Cilamaya Wetan pun ikut tergenang. Tercatat, ada sekitar 16 sekolah terdampak. Salah satunya SMK Iptek Cilamaya, hampir semua sarana belajar siswa terdampak banjir. Kepala SMK Iptek Cilamaya Engkos Kosim mengatakan, proses kegiatan belajar mengajar akan kembali berjalan normal. Namun, ada kemungkinan untuk berbenah terlebih dahulu. “Untuk KBM besok (hari ini) kembali berjalan seperti biasanya. Paling beberes dulu,” pungkasnya. (rok)¬†

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *