Ada Bansos, Capaian Vaksin Covid-19 Tinggi

VAKSIN LANSIA: Sejumlah lansia antre divaksin Covid-19 sebelum menerima bantuan sosial di Desa Lemahmukti. Adanya pembagian bansos ini, menarik perhatian penerima bantuan untuk divaksin.

LEMAHABANG, RAKA- Vaksinasi Covid-19 digabungkan dengan pembanguan bantuan sosial (Bansos) dinilai efektif, terutama vaksin untuk lansia. Dari 183 penerima bansos di Desa Lemahmukti, Kecamatan Lemahabang, 134 lansia berhasil divaksin. Sisanya tidak bisa divaksin karena terkendala aturan medis.

Kepala Desa Lemahmukti H Damung mengatakan, vaksinasi yang menjadi program pemerintah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi, khususnya vaksinasi Covid-19 kepada lansia. Sebagai prioritas, sebelum menerima BLT, para lansia yang berhak menerima bantuan divaksin terlebih dahulu. “Sebelum menerima BLT, para lansia di atas usia 50 tahun ke atas harus divaksin terlebih dahulu. Itupun sesuai arahan medis,” ujar H Damung, Senin (7/6).

Pasalnya, proses vaksinasi dengan menunggangi BLT ini cukup mudah, masyarakat hanya tinggal mendatangi kantor desa atau pun balai yang sudah disosialisasikan sebelumnya oleh pemerintah desa. Dalam kegiatan vaksin tahap 2 ini, terdapat 134 orang yang sudah menerima vaksin. “Kalau penerima BLT ada 183 orang. Sisanya belum belum menerima susuai ketentuaj medis,” katanya.

Hal berbeda dirasakan oleh Kepala Desa Lemahabang Dindin, ia terpaksa menugaskan aparat desa untuk menjemput para lansia ke tiap sudut dusun. Kendatipun demikian, tak semua lansia siap menerima vaksin. Untuk itu, hal yang baik jika proses vaksinasi di padukan dengan pendistribusian BLT. “Kita sudah sosialisasikan kepada masyarakat, tapi peminat vaksin minim sekali,” akunya.

Untuk itu, masyarakat juga memerlukan pemahaman tentang vaksin ini. Setidaknya, mereka yang belum menerima vaksin covid sebisa mungkin menerima vaksin. Adapun caranya, mungkin tidak akan jauh berbeda dengan yang di lakukan oleh beberapa pemerintah desa di Lemahabang. Pasalnya, ada yang menggunakan proses BLT, Rulahu maupun BSPS. (rok)