Banyak Kendala, Pelaku UMKM Sulit Berkembang

BANTU UMKM: Mahasiswa dan dosen Unsika turun ke Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang. Mereka membantu sejumlah pelaku UMKM di desa tersebut agar pemasarannya lebih meningkat.

Kemasan Tidak Menarik

LEMAHABANG, RAKA – Kewirausahaan merupakan salah satu mata kuliah yang dipelajari oleh mahasiswa Univeristas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Bahan ajar yang dijadikan sumber dalam pembelajaran kewirausahaan di Unsika yaitu modul kewirausahaan berbasis Project Based Learning (PBL).

Dengan berbekal ilmu yang dikuasai dari modul kewirausahaan tersebut, dosen dan juga beberapa mahasiswa menjalankan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang. “Mengimplementasikan modul kewirausahaan pada UMKM di Desa Karyamukti,” kata Lessa Roesdiana, salah seorang dosen Unsika, kepada Radar Karawang.

Lessa mengatakan, di desa tersebut terdapat kegiatan UMKM yang bergerak dalam pembuatan kue mawar yang menjadi kegiatan ekonomi unggulan di desa itu. Tetapi berdasarkan hasil analisa selama melakukan pengabdian, ada beberapa kendala yang dihadapi. “Salah satunya dari segi kemasan, promosi dan logo sehingga kemasan kurang menarik,” paparnya.

Dosen lainnya, Nita Hidayati juga mengatakan, selain pembuatan kue mawar, ada juga jenis usaha lain yang menjadi unggulan di desa tersebut. Yaitu pembuatan simping dan peyek yang juga mengalami beberapa kendala. Selain kemasan, kendalanya juga pada wilayah promosi serta tidak adanya spanduk atau identitas UMKM pada kemasan.
“Jika dikemas secara menarik bisa dijadikan salah satu alternatif oleh-oleh Karawang,” ucapnya.

Nita menjelaskan, modul kewirausahaan yang menjadi dasar pelaksanaan pengabdian itu, menjelaskan beberapa materi seperti merintis usaha, memberdayakan peluang nisnis, studi kelayakan usaha serta manajemen resiko. Oleh karena itu, output yang diharapkan adalah dapat memahami dan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk memecahkan masalah berwirausaha dalam kegiatan sehari-hari. “Kami sudah membantu buatkan logo dan memperbaharui kemasan untuk produk makanan di desa tersebut, sehingga lebih menarik dan sudah mendaftarkan produk tersebut ke salah satu kuliner Karawang,” pungkasnya. (nce)