Dua WNA Terjaring di Mekarmaya

DIDATA: Satpol PP dan aparat Desa Mekarmaya melihat identitas warga negara asing di desa tersebut, kemarin. Proyek PLTGU di Mekarmaya mengundang ratusan pendatang termasuk dua WNA asal Pakistan.

Dokumen Kependudukan Ratusan Pendatang Bermasalah

CILAMAYA WETAN, RAKA – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uang dan Gas (PLTGU) yang dibangun di Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, ternyata menimbulkan permasalahan kependudukan.

Hal itu terungkap saat Sekretaris Desa Mekarmaya Budi didampingi linmas dan Satpol PP melakukan pendataan terhadap warga di desanya. Menurut Budi, pendataan ini dilakukan seiring banyaknya pendatang yang menetap di Desa Mekarmaya, setelah adanya proyek PLTGU Jawa Satu Power. “Pendataan ini kita lakukan untuk menjaga ketertiban di lingkungan desa. Soalnya banyak juga warga lain yang menetap di Desa Mekarmaya, tapi belum bikin KTP,” katanya.

Setelah dilakukan pendataan, lanjut Budi, terdapat ratusan warga luar daerah yang menetap ataupun sebatas ngontrak di Desa Mekarmaya. Selain WNI, dia pun berhasil mendata dua orang warga negara asing asal Pakistan. “Ada dua orang warga Pakistan,” katanya.

Kasie Trantib Kecamatan Cilamaya Wetan Totong D mengatakan, setelah adanya proyek PLTGU JSP, ditambah pedagang pasar, dapat dipastikan banyak warga luar yang hijrah ke Desa Mekarmaya atau desa lainnya di Kecamatan Cilamaya Wetan. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya melakukan pendataan ini.

Selanjutnya, setelah didata, warga luar daerah yang dinilai kurang lengkap data dirinya diarahkan untuk membuat domisili, atau melengkapi identitasnya melalui desa maupun kecamatan. “Setelah didata, warga yang tidak lengkap data dirinya kita arahkan agar membuat domisili,” pungkasnya. (rok)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *