CILAMAYAHEADLINE

Kehidupan Nelayan Semakin Sulit

CILAMAYA KULON, RAKA – Empat puluh hari sejak terjadinya kebocoran minyak Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), penghasilan ribuan nelayan mulai tersendat. Meski dari mereka ada yang beralih profesi sebagai kuli pembersih minyak di laut, jumlahnya tidak banyak.

Pegiat lingkungan Dusun Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Ahmad Fanani mengatakan, sejak pipa Pertamina bocor dan menyebabkan perairan Karawang tercemar minyak, nelayan Pasirputih berjumlah 1.250 orang berhenti d melaut. “Nelayan yang jadi pemungut limbah cuma menggunakan tujuh perahu di Pasirputih, itu pun gantian. Terus nelayan yang lainnya nganggur,” ucapnya.

Sementara kebutuhan sehari-hari harus tetap dipenuhi, selain urusan perut, nelayan juga memiliki anak usia sekolah yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Melihat kengerian ini, kata Fanani, bisa menjadi bom waktu bagi para nelayan. Karena untuk mencari kerja di darat susah dan memang tidak terbiasa. “Terkecuali jika perusahaan-perusahaan besar di Karawang yang katanya terbesar se-Asia Tenggara nerima kita. Tapi boro-boro, lulusan siswa baru saja susah kerja,” ujarnya. 

Dia berharap pemerintah melihat kondisi nelayan yang saat ini terjadi. Jika terus seperti ini, bagaimana nasib nelayan yang biasa mencari sumber penghidupan di laut. “Pemerintah harus memikirkan itu. Minimal ada upaya agar sektor perekonomian nelayan bisa tertangani,” katanya. 

Ia melanjutkan, nasib nelayan yang memunguti minyak di laut juga rentan terkena penyakit. “Limbah minyak ini mengandung racun. Sekarang belum terlihat dampaknya, kedepan tidak ada yang tahu kondisi kesehatan nelayan,” ungkapnya.

Seorang nelayan Pasirputih Wardi mengatakan, sejak minyak mencemari laut, dia sudah tidak lagi berpenghasilan. Ikan, udang, dan rajungan yang biasa dia jual sudah tak bisa diperoleh. “Untuk kebutuhan sehari-hari ya pinjam sana, pinjam sini,” akunya.

Ia berharap pemerintah bisa melihat kondisi nelayan dengan benar. “Nelayan tradiaional mati langkah, gak ada lagi lahan usaha. Kita ingin pemerintah melihat langsung ke sini,” pungkasnya. (rok) 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Verified by MonsterInsights