Makam Syekh Quro Ditutup

SEPI: Suasana bagian depan makam Syekh Quro Lemahabang terlihat sepi. Tidak ada lalulalang peziarah di area pemakaman.

Tak Ada Jumatan di Masjid Agung dan Al Jihad

LEMAHABANG, RAKA – Dampak virus corona semakin meluas dan memprihatinkan. Selain kegiatan seremonial, sarana umum dan sarana peribadatan pun terkena dampaknya. Makam Syekh Quro ditutup, begitu pun Masjid Agung dan Masjid Al Jihad Karawang pun ditutup.

Trantib Desa Pulokalapa Dedi mengatakan, setelah sebelumnya di lakukan penyemprotan disinfektan, mulai Jumat (27/3) malam, Makam Syekh Quro Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang ditutup hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan. “Sebelum ditutup, areal makam Syekh Quro dan Syekh Bentong disemprot kerjasama Muspika Kecamatan Lemahabang, Polri dan Koramil. Kita mematuhi fatwa MUI, maklumat Kapolri dan Peraturan Daerah Kabupaten Karawang,” ujarnya, Kamis (26/3).

Menurutnya, penutupan ini tidak bermaksud membatasi jamaah untuk melakukan ziarah. Namun perlu diketahui bersama, peredaran pandemi virus corona ini tidak nampak oleh mata. Untuk mencegah penyebarannya, pihaknya menutup berbagai aktivitas di Makam Syekh Quro. Hanya saja, untuk perorangan bisa saja untuk melangsungkan ziarah. Terlebih jika orang tersebut datang dari jauh. Yang terpenting tidak untuk rombongan dan yang memiliki potensi perkumpulan. “Kalau hanya seorang, apalagi jauh-jauh datang, kita kasihan juga. Kecuali pakai rombongan, dengan terpaksa kita tolak,” katanya.

Kasie Trantib Kecamatan Lemahabang Wahdi mengungkapkan setelah penyebaran virus corona semakin meluas, dengan berat hati pihaknya terpaksa menutup sarana umum yang berkaitan dengan perkumpulan. Terlebih, aturannya sudah ada dan turun langsung dari pemerintah. “Kita ikuti aturan pemerintah saja, yang terpenting kita sehat dulu. Setelah wabah virus ini selesai, silahkan bagi yang mau beribadah sesukanya,” ucapnya.

Salah satu warga Purwasari Salim mengatakan, setiap Jumat malam hampir tak pernah absen ziarah ke Makam Syekh Quro. Namun kali ini ia terpaksa mengurungkan niatnya untuk berangkat karena ditutup. “Kalau kecewa sih enggak, kita patuhi saja aturan pemerintah,” paparnya.
Tak hanya tempat ziarah, mulai Jumat ini Masjid Agung Syekh Quro Karawang juga tidak akan mengadakan salat Jumat. Bahkan, sejak kemarin salat berjamaah pun sudah ditiadakan. “Bukan melarang beribadah, kita mengantisipasi penyebaran virus corona. Dasarnya dari imbauan pemerintah, MUI pusat, MUI Karawang,” kata Seksi Imaroh DKM Masjid Agung Syekh Quro Karawang KH Ceceng Syarief.

Sebelum melakukan penutupan, lanjut KH Ceceng, DKM Masjid Agung sudah melakukan penyemprotan disinfektan, karpet masjid tidak digunakan bahkan mengatur jarak jamaah salat lima waktu. Namun, penyebaran virus corona di Karawang semakin masif sampai Bupati Karawang dan sejumlah kepala dinas kena virus ini. “Akhirnya dengan berat hati kami menutup kegiatan salat berjamaah salat lima waktu, jumatan dan kegiatan lainnya. Lebih baik mencegah dari awal, agar virus ini tidak semakin menyebar,” ujarnya.

Menurutnya, di atas kejadian wabah ini, ada hikmah yang tetap bisa dipetik. “Ada kesadaran membersihkan diri. Terus kita tidak boleh bergaul dengan siapa saja, sehingga dibatasi. Kita juga banyak di rumah, tapi ketika banyak di rumah usahakan banyak berdzikir supaya kita selalu mengingat Allah,” pungkasnya. (rok/asy)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *