Pilkades, Panitia Diawasi Masyarakat

MENYIMAK : Warga tengah menyimak pemaparan aturan Pilkades yang akan menjadi acuan dalam pelaksanaan pilkades di 177 desa. Sosialisasi itu disampaikan anggota dewan dan DPMD Karawang.

TEMPURAN, RAKA – Ketatnya tensi politik di tengah tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tak bisa terhindarkan, sekecil apapun kesalahan bisa menjadi boomerang. Terlebih jelang masa kampanye seperti sekarang ini, unsur politisasi dan netralitas seorang panitia yang selalu menjadi sorotan.

Di satu sisi, komunikasi panitia dengan calon harus selalu terbangun, di sisi lainnya intensitas komunikasi itu kadang terjegal dengan beberapa kecurigaan yang tak jarang timbul anggapan yang berbeda.

Padahal, menurut Ketua Komisi 1 DPRD Karawang H Budianto, silaturahmi antara panitia dengan calon kades itu diperbolehkan, selain untuk membangun komunikasi, hal itu tidak menabrak aturan. “Silaturahmi panitia kepada salahsatu calon sah-sah saja, saya nanya ke DPMD pun gak masalah katanya. Jadi boleh-boleh saja,” ujarnya.

Hal itu bukan saja bagi panitia, bahkan anggota dewan perwakilan rakyat pun sah-sah saja bersilaturahmi kepada salahsatu calon tidak masalah.
Tidak ada aturan yang melarang silaturahmi selama mereka menjaga tanggungjawab dan netralitasnya masing-masing. “Mereka rakyat, kita juga rakyat kan!” terangnya.

Untuk itu, di lingkup desa ini Ketua Komisi 1 DPRD Karawang yang mengaku pernah bercita-cita menjadi supir bus malam ini tidak menampik adanya panitia yang memiliki saudara salahsatu calon.

Dan itu tidak masalah, selama panitia itu bisa memegang amanah, di tambah dengan adanya sumpah janji seorang panitia. Adapun ketika melanggar, urusan dia dengan masyarakat, negara dan sumpah yang pernah ia ucapkan.

Salahsatu panitia Pilkades Desa Tanjungjaya Najim mengatakan, di tengah ketatnya persaingan pilkades ini, unsur politisasi mudah sekali di kembangkan.
Dalam aturan tertulis memang tidak ada yang menyatakan itu, namun tensi di lapangan berbeda.

Terlebih, ketika masyarakat melihat panitia bersilaturahmi kepada salahsatu calon itu akan menimbulkan kecurigaan. Karena bisa diketahui bersama, tensi pilkades lebih ketat. “Iya sih, boleh-boleh saja. Cuma saya khawatir masyarakat berpandangan lain, karena netralitas panitia dipertaruhkan,” singkatnya. (rok)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka