Proyek Ruang Kelas Rp 180 Juta Tanpa Keramik

CILAMAYA KULON, RAKA – Siapa yang tidak mau mendapat bantuan pembangunan ruang kelas baru dari pemerintah. Nilai bantuannya ratusan juta rupiah pula. Namun, bagi pengelola Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Khoeriyah Cilamaya kulon, mereka harus memutar otak mencari dana tambahan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Maklum, proyek senilai Rp 180 jutaan itu ternyata hanya bangunan tanpa keramik. Kondisi ini membuat heran Kepala MI Al Khoeriyah Kosim Affif. Karena bangunan berukuran 12×7 dari APBD tersebut tertera dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) tanpa paket keramik, kusen dan sekat dengan sempurna.

Ditemui di ruang kerjanya, Kosim mengatakan mengajukan pengadaan ruang kelas baru ini awal tahun 2018. Dua ruang kelas baru dengan anggaran sekitar Rp180 jutaan, nantinya ditempati anak-anak kelas 1. Namun yang membuatnya heran, proyek tersebut tanpa keramik, tidak disekat. “Kita heran saja, kok tanpa keramik. Kusennya hanya dijatah sebagian saja. Akhirnya pihak yayasan dengan kerelaan membeli sendiri kusen,” ungkapnya kepada Radar Karawang, Jumat (7/9) kemarin.

Kosim menambahkan, seandainya bangunan bisa diswakelolakan, anggaran Rp 180 juta disanggupinya bisa selesai sampai tuntas. “Kalau memang di RAB (rencana anggaran biaya) tanpa keramik dan kusen sebagian bahkan sekat, ya mau bagaimana? Kita terima saja. Tinggal selebihnya kita yang menyempurnakan,” katanya.

Sementara itu, Pengawas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang Dani membenarkan, berdasarkan RAB tidak ada pekerjaan keramik lantai. Kemudian pengadaan kusen hanya terpasang sebagian di depan dan tanpa sekat. “Saya sudah sampaikan ke kepala MI setempat, dalam RAB memang pekerjaan tidak dengan keramik, sekat dan kusen sebagian saja sudah terpasang,” katanya. (rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here