Sawah di Pasirtanjung Kering

KERING: Sejumlah area pesawahan di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang kekeringan. Soalnya, air belum dialiri oleh PJT 2 Telagasari. Sebelumnya, petani diimbau untuk menunda tanam.

Akibat Petani Memaksa Tanam

LEMAHABANG, RAKA – Akibat memaksakan tanam padi, area pesawahan serta proses tanam benih padi di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang kekeringan. Padahal, jauh-jauh hari pihak PJT 2 Telagasari dan UPTD Pertanian telah mengimbau, agar petani menunda masa tanam.

Di katakan Kepala UPT Pertanian Lemahabang Dedi Suhendi, sesuai surat dari PJT, bahwa untuk golongan 1 dan 2 diimbau agar tidak melangsungkan tanam terlebih dahulu. Tujuannya untuk penyelamatan area pesawahan golongan air 3, 4 dan 5 yang belum panen. “Imbauan dari PJT sudah disosialisasikan melalui pertemuan kelompok tani di Desa Pasirtanjung,” ucapnya.

Saat itu, lanjut Dedi, para petani sudah sepakat untuk tidak melakukan proses tanam sebelum ada info berikutnya dari PJT. Kecuali, kalau keadaan musim hujan merata dan dinilai bisa membantu untuk mengairi sawah. “Kita imbau petani jangan dulu tanam, menunggu info berikutnya dari PJT. Kalau petani memaksakan tanam, padahal air belum ada di petakan sawah, pasti akan merugikan petani itu sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya, melalui surat edaran Perum Jasa Tirta (PJT) 2 Telagasari mengimbau agar petani golongan 1 dan 2 untuk tidak melanjutkan tanam pada musim tanam rendeng. Karena air Waduk Jatiluhur sudah di bawah normal. Hal itu sesuai dengan SK gubernur mengenai rencana tata tanam global tahun 2019-2020.

Menurutnya, imbauan tersebut ditujukan untuk menyelamatkan petani golongan 3, 4 dan 5 yang masih berproses tanam. Maka dari itu, pihaknya mengeluarkan edaran berbentuk surat agar petani golongan 1 dan 2 yang sudah panen, agar bersabar dalam melanjutkan proses tanamnya.

Di ketahui, untuk golongan 1 dan 2 ini berada di depan Kecamatan Lemahabang dan Kecamatan Tirtamulya. Sementara untuk golongan 3, 4 dan 5 posisinya berada pesisir seperti Kecamatan Cilamaya Wetan, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kecamatan Banyusari dan Kecamatan Tempuran. (rok)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *