Sepi Pengunjung, Warkop Sarijati Gulung Tikar

BELUM NORMAL: Kondisi tempat nongkrong Sarijati belum kembali normal seperti sebelum pandemi. Tempat yang nyaman untuk santai ini kini sepi pengunjung meskipun Covid-19 sudah menurun.

Imbas Pandemi Covid-19

TEMPURAN, RAKA- Meski pandemi sudah menurun, namun dampak yang dimunculkan belum kembali pulih. Perekonomian masyarakat belum benar-benar pulih. Hal ini terlihat di tempat nongkrong kedai Sarijati, Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran banyak warung kopi yang tutup imbas pandemi Covid-19.

Salah satu pengusaha kedai kopi Rosidah (38) mengatakan, semenjak pandemi Covid-19 tempat nongkrong Sarijati ini tampak sepi dan tidak ada kegiatan. “Semenjak pandemi banyak warung kopi yang ada di sini gulung tikar dan tutup karena tidak ada pengunjung yang datang, dan memang tidak diperbolehkan buka selama pandemi,” kata perempuan dua anak ini.

Rosidah menambahkan, sebelum pandemi Covid-19 ini tempat nongkrong kedai Sarijati ini sering mengadakan aktivitas seperti live musik, penampilan seni dan budaya sehingga banyak masyarakat yang berkunjung dan nongkrong serta menikmati kuliner yang disediakan di sini. “Hampir tiap malam Minggu disini ramai karena ada live musik yang dimainkan oleh anak-anak muda, sehingga penghasilan pun alhamdulillah cukup, namun semenjak pandemi penghasilan menurun,” tambah perempuan berjilbab ini.

Ia berharap tahun depan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para pemuda yang bisa mengundang banyak masyarakat berdatangan, bisa dilaksanakan di sini sehingga kedai-kedai yang ada di Sarijati ini bisa kembali buka. “Sekarang cuma tinggal tersisa dua kedai kopi dari sekian belas kedai kopi yang ada di sini, mudah-mudahan tahun depan bisa kembali seperti sebelum covid,” harapnya.

Sementara itu, pasangan muda-mudi, yakni Adi bersama kekasihnya yang sedang nongkrong di salah satu kedai kopi yang ada di kedai Sarijati ini mengatakan, dirinya bersama kekasihnya sering datang ke sini ketika sebelum covid-19, karena disini sering ada penampilan live musik dan penampilan seni lainya. Namun sekarang tempat ini sepi karena belum ada kegiatan seperti yang dulu. “Saya baru lagi ke sini semenjak pandemi kan ditutup dan mungkin karena masuk musim hujan, jadinya kegiatan live musik di sini belum mulai,” tandas Adi. (cr8)