Tanggul Sungai Cilamaya Jebol Lagi

JEBOL LAGI : Warga Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan kembali menambal tanggul sungai Cilamaya yang jebol lagi akibat volume air yang cukup tinggi. Warga meminta pemerintah segera melakukan penanganan perbaikan tanggul secara permanen agar pemukiman warga tidak kebanjiran lagi.

CILAMAYA WETAN, RAKA – Nampaknya pembenahan tanggul Sungai Cilamaya di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, yang sempat jebol mesti segera dilakukan. Karena kurang dari seminggu saja, tanggul yang ditambal secara manual itu jebol kembali dihantam derasnya air.

Diketahui, tanggul itu jebol akibat pancangnya putus, ditambah dengan guyuran hujan wilayah hulu, membuat luapan kali di hilir Cilamaya kembali tinggi. Akibatnya, selain kembali jebol, tanggul dengan media bambu dan karung tanah, tak kuat menahan debit air dan menggenangi pemukiman warga di Desa Muara dan Tegalwaru Kecamatan Cilamaya Wetan. “Jalan atau tanggul yang tempo hari diperbaiki longsor lagi, dan tanggul yang kemarin diperbaiki di Kali Cilamaya dan Kali Bawah juga rembes lagi. Ini harus segera mendapat penanganan,” ucap Kades Muara Iyos Rosita.

Saat air meluap dan hujan beberapa kemarin, perbaikan tanggul kembali dilakukan oleh warga dan perangkta desa. Itu dilakukan agar air tidak banyak merembes dan masuk ke pemukiman warga. “Kita sempat kekurangan karung, butuh banyak karung tanah lagi,” katanya.

Sebelumnya, tanggul ini sempat jebol setelah pancang kali Cilamaya jebol, saat musibah banjir melanda beberapa pekan terakhir. Sempat disambung kembali agar amblesnya tanggul tidak meluas saat volume air tinggi bersama masyarakat secara swadaya. Saat ini, penyambungan tanggul secara manual kembali dilakukan agar limpahan air tak menggenangi pemukiman. “Ada sekitar 15 meter yang kita benahi dengan manual dan swadaya bersama masyarakat, kita khawatir amblas dan limpas kalau tidak dibenahi,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, karung berisi tanah disertai bilahan bambu dibuat secara manual oleh masyarakat di Dusun Krajan II RT08/04. Karena jika dibiarkan, ancaman banjir saat hujan berpeluang terjadi. “Kita benahi tanggul seadanya dan semampunya, yang penting limpahan air tidak mengenangi pemukiman,” tandasnya. 

Luapan Kali Cilamaya bukan hanya mengancam warga Desa Muara, area pesawahan di Desa Tegalwaru juga mengalami hal serupa. Hektaran pesawahan di desa yang kadesnya baru dilantik itu menjadi korban genangan air Kali Cilamaya. (rok)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *