Wisata Selfie Karangsambung Berawal dari Keisengan

CEKREK: Dua pengunjung wisata selfie Karangsambung sedang berswafoto.

LEMAHABANG, RAKA – Bermula dari iseng membuat wahana swafoto di Kampung Karangsambung, Desa Waringinkarya, Kecamatan Lemahabang, pemuda asal Ciwaringin, Yayan kaget, ternyata keisengannya itu justru membawa manfaat bagi warga sekitar dan para pedagang yang biasa berjualan di lingkungan sekolah.

Pasalnya, lokasi swafoto yang dia buat, kini malah semakin terkenal. Banyak orang yang datang hanya untuk sekadar berselfie ria, hingga nongkrong dan menikmati kuliner di lokasi tersebut.

Menurut Yayan, ia tak sadar jika keisengannya membuat wahana swafoto ini bisa merekrut banyak tenaga masyarakat, bahkan bisa memberdayakan para pedagang yang sebelumnya pasif gara-gara corona. “Tadinya saya hanya menuangkan kejenuhan saja, gak pernah berangan akan seramai ini. Apalagi bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya kepada Radar Karawang.

Di wahana selfie dan wisata baru Karangsambung ini, tak sedikit diantara masyarakat yang tadinya tidak memiliki penghasilan, khususnya bagi pedagang kecil yang biasa mangkal di sekolah yang pasif gara-gara sekolah ditutup gara-gara corona. Sekarang mereka mampu melanjutkan usahanya kembali setelah ayah dua anak ini membuka tempat wisata dan wahana selfie Karangsambung.

Bukan hanya itu, menyediakan berbagai spot menarik, wisata Karangsambung juga menjadi tempat nongkrong baru bagi anak-anak muda. Bahkan, menjadi pemersatu antar dua kelompok anak muda yang tadinya sering gontok-gontokan. “Sekarang mereka nongkrong bareng di Karangsambung ini. Gak nyangka, yang tadinya iseng, ternyata banyak juga manfaatnya,” celetuknya.

Urusan tiket masuk, Yayan menyebutkan tak perlu khawatir. Dia menggratiskan tiket masuk bagi semua pengunjung. “Tiket gratis, cuma bayar parkir saja. Kalau parkir kan dimana pun biasa bayar,” ucapnya.
Dia mengajak semua masyarakat agar bisa melihat langsung keunikan wahana selfie. Meski begitu, ia tidak melupakan aturan pemerintah mengenai penggunaan masker dan cek suhu tubuh. Karena bagi mereka yang ingin berkunjung harus siap dicek suhu tubuh. Tujuannya, agar pengunjung bisa tetap aman dari wabah covid-19. “Kita cek suhu tubuh dan wajibkan masker,” tegasnya.

Salah satu pedagang, Udin mengaku, saat sekolah masih aktif melakukan pembelajaran, aktivitas sehari-harinya berdagang di lingkungan sekolah. Namun setelah ada corona dan memaksa siswa untuk belajar di rumah, ia merasa kebingungan untuk memulai usaha barunya.

Namun, setelah wisata Karangsambung dibuka, ia memiliki harapan baru untuk membuka usahanya kembali. “Bersyukur juga sih, saya bisa kembali berdagang setelah wisata ini dibuka,” tutupnya. (rok)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *