
radarkarawang.id – Pemerintah Kabupaten Karawang resmi mendirikan dapur umum di Desa Karangligar sebagai langkah tanggap darurat terhadap kondisi yang terjadi di wilayah tersebut. Dapur umum akan didirikan selama 14 hari.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan bahwa sejak awal pihaknya telah menyiapkan fasilitas dapur umum, baik yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat maupun yang ditangani langsung oleh Dinas Sosial.
“Sejak awal pelaksanaan, kami sudah mendirikan dapur umum. Ada yang dikelola swadaya oleh masyarakat, tetapi materialnya tetap kami sediakan. Selain itu, ada juga dapur umum yang dikoordinasikan langsung oleh Dinas Sosial,”katanya, Senin (8/12).
Ia menjelaskan, bahwa penetapan dapur umum tersebut merupakan hasil rapat Forkopimda yang digelar pada Minggu lalu. Dari hasil kesepakatan itu, pemerintah daerah menetapkan Desa Kalangligar sebagai lokasi pusat dapur umum. Aep berharap langkah ini dapat mempercepat penanganan persoalan yang tengah dihadapi warga.
“Harapan kami, upaya ini bisa membantu mengatasi permasalahan di Kalangligar. Tentunya semua membutuhkan proses dan waktu,” tuturnya.
Selain penanganan jangka pendek, Bupati Aep juga memaparkan rencana jangka panjang terkait penanganan banjir. Menurutnya, sejumlah pekerjaan konstruksi mulai berjalan pada tahun 2025 dan akan dilanjutkan oleh Kementerian PUPR melalui BBWS pada tahun 2026. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar dengan dukungan anggota DPR RI Saan Mustopa.
“Mudah-mudahan pekerjaan konstruksi yang direncanakan selesai pada 2026 sehingga persoalan banjir yang dialami masyarakat dapat dituntaskan,” ujarnya.
Aep turut mengapresiasi BPBD serta Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat atas dukungan yang telah diberikan. Menurutnya, bantuan dari pemerintah provinsi merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Jawa Barat untuk membantu daerah-daerah yang memiliki potensi bencana.
Ia menambahkan bahwa Kalangligar telah mengalami persoalan banjir hampir 14 tahun sehingga solusi jangka panjang sangat dinantikan masyarakat. Adapun untuk masa operasional, dapur umum direncanakan beroperasi selama 14 hari. “Pagi ini kami menyalurkan sekitar 500 porsi makanan untuk warga, dan siangnya 500 porsi lagi,” jelasnya.
Aep menambahkan, bahwa sejumlah instansi seperti Polres, Kodim, dan BPBD juga telah memberikan dukungan konkret di lapangan. “Saya bersyukur memiliki jajaran Forkopimda yang kompak. Dengan kekompakan ini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat,”tutupnya. (zal)



