250 Hektare Sawah di Tirtajaya Kering

Cilebar 172 Hektare

CILEBAR, RAKA – Hujan hingga awal Oktober ini rupanya belum kunjung turun di Kabupaten Karawang. Bahkan, menurut prakiraan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim penghujan diperkirakan terjadi bulan Desember hingga Januari.

Kondisi ini tentu tidak menguntungkan bagi petani di wilayah Karawang selatan dan utara. Di Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya misalnya, sawah seluas 250 hektare kekeringan. Desa Mekarpohaci Kecamatan Cilebar 50 hektare, dan Desa Kertamukti 122 hektare. Kepala Bagian Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Ruchimat mengatakan wilayah yang terdampak kekeringan melebar hingga Pakisjaya. Biasanya kata dia, dari puncak kekeringan ke munculnya hujan sekitar dua bulan. Pada masa ini masuk musim pancaroba. Tapi dari Juli hingga saat ini belum ada hujan sama sekali. “Selama musim kemarau ini, hampir setiap hari kita mendistribusikan air bersih ke daerah yang dilanda krisis air bersih,” katanya.

BPBD membantu petani dengan meminjamkan pompa untuk membantu petani mengairi sawahnya. “Kami sudah pinjamkan tiga unit pompa air untuk membantu petani agar sawahnya tidak mengalami kekeringan,” pungkasnya.

Cuaca yang jarang turun hujan, membuat Perusahaan Jasa Tirta (PJT) menggelontorkan air ke sawah-sawah secara bergiliran. Kondisi ini membuat para petani berburu air, walaupun dengan alat pompa. “Stok air ada, cuma harus sabar karena giliran,” ujar Kepala PJT Karawang Suwondo.

Dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Karawang, membuat pemerintah melakukan berbagai upaya. Sembari melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat, seperti pendistribusian air bersih, Pemkab Karawang juga melakukan upaya lain sebagai bentuk ikhtiar. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana serta jajaran pemerintahan bersama dengan masyarakat melaksanakan salat istisqa di Halaman Plaza Pemda.

Cellica menyampaikan, salat istisqa adalah salah satu bentuk ikhtiar menyusul kemarau panjang. “Hampir 14 ribu dari 90 ribu hektare lahan di Kabupaten Karawang mengalami kekeringan. Ikhtiar yang kita lakukan, mulai dari menjaga lingkungan, menyalurkan bantuan berupa pasokan air bersih kepada masyarakat,” ujarnya. (psn/tp/ds)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *