Citarum Multifungsi

BAWA AIR CITARUM: Rasta mengambil air Citarum untuk keperluan mandi.

RENGASDENGKLOK, RAKA – Saat sumber air mulai mengering, maka sungai menjadi andalan warga agar bisa menikmati air untuk kebutuhan sehari-hari. Walaupun air tersebut diambil dari sungai yang sudah dinyatakan tercemar.

Warga Kampung Galunggung, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, misalnya. Mereka kerap memanfaatkan air Sungai Citarum untuk kebutuhan rumah tangga.

Rasta (70) warga Galunggung mengatakan, setiap hari menggunakan air Sungai Citarum untuk menyiram tanaman cabai, terong dan kacang yang ada di tepi bantaran. Dia mengaku bukan hanya menggunakan untuk menyiram, tetapi juga digunakan untuk mandi. “Kadang saya mandi pakai air Citarum, kecuali kalau airnya kotor dan bau saya tidak berani mandi,” jelasnya kepada Radar Karawang.

Ia melanjutkan, sejak tahun 70-an sudah menggunakan air Citarum untuk kebutuhan sehari-hari seperti menyiram, masak, minum, mencuci dan mandi. Namun sekarang hanya digunakan untuk menyiram dan mandi saja, karena air Sungai Citarum saat ini tidak seperti dulu yang bisa digunakan kebutuhan sehari-hari oleh masyarakat. “Sekarang mah yang mandi di Citarum juga sudah jarang, habisnya airnya juga suka kadang bau,” katanya.

Rasta mengungkapkan, kalau ada limbah air berubah menjadi kotor, ikan saja pada mabuk. Dan banyak warga yang memburu ikan mabuk juga, dan itu saking banyaknya. “Sekarang mah jarang ada limbah, jadi waktunya tidak bisa ditentuin,” ungkapnya.

Anting (71) warga Krajan Teko mengatakan, tidak berani memggunakan air Citarum untuk kebutuhan sehari, paling hanya digunakan untuk menyiram tanaman saja. “Sekarang mah banyak limbah, tidak kayak dulu masih bersih bahkan bisa buat masak,” pungkasnya. (mra)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *