Corona Belum Habis, DBD Sudah Mengancam

CEK KESEHATAN: Salah seorang warga memeriksa kondisi kesehatannya di Puskesmas Rawamerta.

RAWAMERTA, RAKA – Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha Puskesmas Rawamerta imbau masyarakat waspada terhadap bahaya demam berdarah dengue (DBD), disamping wabah virus corona.

Dadang Wahyudin, kasubag Tata Usaha Puskesmas Rawamerta mengatakan di saat memasuki perubahan cuaca atau pancaroba ini, tidak menutup kemungkinan adanya jentik nyamuk DBD. Pasalnya genangan air yang masih tersisa di musim hujan rentan jadi media berkembang biak nyamuk. Pihaknya mengaku tidak jarang memberi imbauan kepada masyarakat melalui rapat minggon untuk memerhatikan kebersihan lingkungan terutama menerapkan 3M plus yaitu menguras, menutup dan memanfaatkan atau mendaur ulang tempat yang rentan menjadi penyebab berkembang biaknya nyamuk DBD. “Yang paling bahayanya DBD itu pada saat pergantian musim dari kemaru ke hujan, dari hujan ke kemarau,” jelas kepada Radar Karawang, Senin (29/6).

Kemudian, kata dia, upaya yang dilakukan Puskesmas Rawamerta kepada masyarakat ini baru sebatas sosialisasi untuk menerapkan 3M Plus, karena untuk fogging ini bisa dilakukan jika ada kasus postif DBD setelah itu juga dilakukan penyelidikan epidemiologi. “Kalau di sini alahmdulillah kalau DBD tidak kedengaran (tidak ada kasus),” kata Dadang.

Selain bahaya penyakit DBD, masyarakat diminta juga untuk menerapkan protokol kesehahatan di tengah pandemi, walaupun pemerintah dalam hal ini Kabupaten Karawang sudah menerapkan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru), pasalnya situasi di tengah-tengah masyarakat belum dipastikan aman. Menurut Dadang, pelayanan di Puskesmas Rawamerta masih memberlakukan protokol kesehatan seperti sosial distancing, wajib masker dan penyemprotan disinfektan setiap hari, hal tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. “Karena kita tidak tahu siapa yang bawa virus atau tidak, makanya disini masih menerapkan protokol kesehahatan,” pungkasnya. (mra)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *