Diabetes dan TBC Teror Dengklok Selatan

PERIKSA KESEHATAN: Puluhan warga Rengasdengklok Selatan sedang disurvei kesehatannya oleh mahasiswa Unpad.

RENGASDENGKLOK, RAKA – Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) Fakultas Kedokteran melakukan survei kesehatan masyarakat Desa Rengasdengklok Selatan, dalam program Bumi Walagei.

Mulya Nurmansyah, dosen Fakultas Kedokteran mengatakan, program ini merupakan salah satu bagian dari pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat. Dan kegiatan tersebut dilaksanakan di setiap kabupaten di Jawa Barat. Tahun ini digelar di Kabupaten Karawang dengan lima titik kecamatan, salah satunya di Desa Rengasdengklok Selatan. “Di Rengasdengklok diikuti oleh 57 mahasiswa,” kata Mulya Nurmansyah kepada Radar Karawang.

Kehadiran mahasiswa fakultas kedokteran ini untuk mengetahui keluhan masyarakat terkait masalah kesehatan, dan nama-nama warga yang akan mengeluh pun sudah ditentukan oleh Puskesmas Rengasdengklok.

Biasanya survei kesehatan masyarakat yang dilakukan fakultas kedokteran dijaring dalam lima penyakit terbesar, yaitu penyakit TBC, DM (Diabetes Melitus), HIV, kusta dan gangguan kejiwaan.

Kata Mulya Nurmansyah, penyebab penyakit TBC dan kusta salah satunya diakibatkan karena bakteri. Adapun antisipasinya adalah menjaga kebersihan udara di rumah, kantor maupun di lingkungan sekitar. Dan penyakit HIV disebabkan karena hubungan yang tidak aman antara pria dan wanita. “Artinya mereka (pria dan wanita) berganti-ganti pasangan, juga berhubungan sejenis maupun dengan hewan, beresiko terserang penyakit HIV,” ungkapnya.

Sedangkan diabetes melitus disebabkan karena keturunan maupun dari gaya hidup. Antisipasinya harus mengikuti perilaku hidup bersih dan sehat. “Makan nasi berlebihan pun rentan terserang penyakit diabetes atau penyakit gula,” katanya.

Diantara lima penyakit yang paling banyak dialami masyarakat, menurut Mulya, secara umum banyak yang mengidap penyakit TBC dan diabetes. Karena semakin tua, orang semakin rentan terserang penyakit tersebut.
“Sebenarnya penyakit DM itu bisa menyerang anak-anak karena keturunan maupun orang dewasa karena gaya hidup,” katanya.

Perubahan cuaca dari musim panas ke musim pengPERIKSA KESEHATAN: Puluhan warga Rengasdengklok Selatan sedang disurvei kesehatannya oleh mahasiswa Unpad.hujan ini, akan rentan masyarakat terserang penyakit flu dan ISPA, termasuk diare. Kata Mulya, untuk mencegah penyakit ISPA, selain PHBS, masyarakat harus sering mencuci tangan setelah beraktivitas, maupun sebelum makan ataupun sebelum tidur. “Olahraga teratur, makan-makanan yang cukup, dan kurangi nasi,” pungkasnya. (mra)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *