Pakai Masker Tapi tak Pakai Helm

PULANG LAGI: Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm diminta untuk pulang lagi di perbatasan Pebayuran-Rengasdengklok meskipun menggunakan maskert. Di perbatasan ini selalu dijaga ketat petugas keamanan.

RENGASDENGKLOK, RAKA – Tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehahatan di tengah pandemi corona yang melintasi jembatan perbatasan Rengasdengklok-Pebayuran mulai meningkat seperti penggunaan masker saat keluar rumah. Meski begitu terdapat sejumlah pengendara roda dua yang masih tidak menggunakan helm.

AKP Suratna Perwira, pengendali check point Rengasdengklok mengatakan sejak perpanjangan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mayoritas pengendara yang melintasi jalur perbatasan Rengasdengklok-Pebayuran ini sudah menggunakan alat pelindung diri seperti memakai masker. “Sudah 99 persen mayoritas masyarakat memakai masker, (tapi) ada beberapa pengendara yang tidak menggunakan helm supaya meningkatkan disiplin berlalu lintas kita putar balikkan,” jelasnya, kepada Radar Karawang, Rabu (25/5).

Perwira pengendali check point Rengasdengklok ini melanjutkan, pascalebaran kendaraan yang melintasi perbatasan jembatan baru ini didominasi oleh kendaraan roda dua dari warga sekitar perbatasan dengan tujuan bersilaturahmi antar sanak saudara. “Sebelum lebaran ditemukan pemudik yang mau melintasi jembatan ini (tapi) kita pulangkan lagi,” kata AKP Suratna.

Menurut AKP Suratna, tidak sedikit pemudik yang hendak melintasi perbatasan ini pada sebelum malam takbiran, namun petugas check point berhasil memutar balikkan pemudik tersebut dengan dalih upaya pencegahan penyebaran virus corona. “Ada bemo, ada mobil elf atau treval yang dipulang-pupangkan lagi sebelum lebaran (tapi) setelah lebaran ini belum ditemukan lagi,” katanya.

AKP Suratna meminta masyarakat agar mematuhi protokol kesehahatan di tengah pandemi, maupun perlengkapan dalam berlalu lintas seperti memakai helm walaupun ada atau tidak petugas check point di perbatasan Karawang-Bekasi ini. “Kedisplinan dia itu diharapkan timbul dari sanubari pribadi jadi bukan karena takut ada petugas,” pungkasnya. (mra)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *