Pasar Dengklok Batal Disemprot Disinfektan

RAPIKAN DAGANGAN: Pedagang Pasar Dengklok sudah merapikan dagangan sebelum penyemprotan disinfektan. Namun, hingga Kamis (26/3) sore penyemprotan batal dilakukan sehingga pedagang kembali berjualan seperti biasa.

Pedagang Minta Disediakan Hand Sanitizer

RENGASDENGKLOK, RAKA – Sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Rengasdengklok sudah bersiap-siap mengamankan barang dagangannya, karena akan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan guna pencegahan penyebaran Covid-19, Kamis (26/03). Namun hingga sore petugas penyemprotan cairan disinfektan tersebut tak kunjung datang.

Asep, pedagang pisang Pasar Dengklok mengaku, kemarin pagi mendapat kabar akan diadakan penyemprotan disinfektan di kawasan pasar Rengasdengklok, sehingga pihaknya sudah mengamankan barang dagangan agar tidak terkena cairan tersebut. “Katanya jam tiga sore mau disemprot, tapi belum ada juga petugas yang datang,” jelasnya, kepada Radar Karawang, Kamis (26/3).

Adanya wabah virus corona membuat pengunjung berkurang di Pasar Rengasdengklok, sejak aktivitas sekolah diliburkan berdampak pada penghasilan sehari-hari, karena ada beberapa langganannya yang juga tidak membeli. “Mungkin karena mereka juga gak jualan di sekolah, sekitar 30 persen ada penurunan,” katanya.

Meski Asep khawatir dengan adanya virus corona ini, namun bukan berarti dirinya harus berhenti berjualan, karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah setempat atau pelayanan kesehatan untuk menyediakan langkah-langkah antisipasi pencegahan penyebaran virus corona di tempat umum seperti pasar ini. “Sampai sekarang belum ada sosialisasi dari pemerintah langsung turun,” katanya.

Wawan, pedagang jengkol asal Warudoyong Desa Rengasdengklok Selatan menginginkan ada sumbangan atau penyediaan hand sanitizer di lingkungan Pasar Dengklok, karena banyak masyarakat yang dari mana-mana belanja di Pasar Dengklok. “Seharusnya ada antiseptik atau dikasih masker sama pemerintah,” pintanya. (mra)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *