Retribusi Pantai Sedari Rp70 Juta

REKREASI DI SEDARI: Sejumlah wisatawan sedang rekreasi di Pantai Sedari. Namun sayang, masih terlihat sampah berserakan di sekitar pantai.

Akses Jalan Masih Sempit

CIBUAYA, RAKA – Pengunjung objek wisata Pantai Sedari, Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, mengeluh akses jalan masuk menuju wisata Pantai Utara yang sempit. Kebersihan di sepanjang bibir pantai Sedari juga dinilai masih banyak sampah berserakan.

Yani (38) warga Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, mengatakan akses jalan masuk kawasan Pantai Sedari masih sempit, sehingga kemungkinan akan terjadi kemacetan panjang jika banyak jumlah pengunjung yang datang. “Kalau jalan sudah bagus tapi masih sempit, mungkin sekarang pengunjungnya lagi gak terlalu banyak, gimana kalau banyak pasti macet kayaknya,” jelasnya kepada Radar Karawang saat ditemui di Gapura Pantai Sedari.

Dia menilai, di kawasan objek wisata Pantai Sedari ini juga masih terlihat kumuh karena banyak sampah berserakan di kawasan pantai. Sehingga bisa mengganggu kenyamanan pengunjung pantai dan pemandangan di sekitar pantai. “Mungkin harus diperbanyak lagi tempat pembuangan sampahnya, biar orang yang datang ke sini gak buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Yani mengatakan, yang menjadi alasan pihaknya dan keluarga mendatangi pantai Sedari ini, salah satunya karena kawasan pantai Sedari terbilang adem dan banyak pepohonan. “Saya baru pertama kali ke sini, awalnya tahu dari temen katanya di Sedari gak terlalu panas,” katanya.
Bisri Mustopa, kepala Desa Sedari mengatakan objek wisata pantai Sedari dikelola oleh pemerintah desa setempat melalui BUMDes. Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) sendiri tergantung jumlah pengunjung yang datang, di tahun 2018 objek wisata Sedari sudah menyumbang Rp70 juta ke pemerintah daerah. “Panjang pantai Sedari 12 kilometer, sementara wisata yang dijadikan wisata ini paling ada 500 meter, mudah-mudahan kedepannya nambah luas,” katanya.

Bisri mengaku jalan masuk menuju pantai Sedari yang masih sempit itu dikarenakan awalnya Desa Sedari merupakan desa tertinggal atau terisolir. Kata dia, objek pantai Sedari itu baru terbentuk sekitar tahun 2017, sehingga membutuhkan perhatian dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, pihak ketigaagar pembangunan menuju atau kawasan objek wisata lebih maksimal. “Karena kita memproyeksikan bahwa Sedari ingin menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Karawang, tentunya ini perlu sentuhan dari para pihak,” pungkasnya. (mra)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *