SDN Rengasdengklok Selatan VI Roboh

ROBOH: Atap bangunan SDN Rengasdengklok Selatan VI roboh, kemarin pagi. Beruntung tak ada korban dari peristiwa tersebut.

Ambruk Sebelum Diperbaiki

RENGASDENGKLOK, RAKA – Hanya berselang kurang dari dua minggu, kejadian ambruknya atap ruang kelas di sekolah dasar negeri di Kabupaten Karawang kembali terjadi. Jika sebelumnya atap ruang kelas SDN Bayur Kidul 1 Cilamaya Kulon ambruk pada Sabtu (9/10), kali ini peristiwa serupa menimpa SDN Rengasdengklok Selatan VI.

Tanda-tanda robohnya ruangan itu sudah diketahui oleh Olim (70) warga Bojong Karya I RT 01/01, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok. Dia mengatakan, Senin (18/10) sekitar pukul 05.00, sudah ada genting dan plafon yang berjatuhan.
Kemudian sekitar pukul 07.00, ruang kelas itu ambruk sekaligus.
“Saya juga sudah ngira bangunan ini bakal roboh karena sudah rusak parah, ditambah tadi malam ada hujan,” jelasnya saat ditemui Radar Karawang di rumahnya yang berada persis di depan bangunan sekolah yang ambruk itu.

Kepala SDN Rengasdengklok Selatan VI Yety Herawati menjelaskan, sekolah yang dia pimpin memiliki sembilan ruang kelas dan satu aula yang sekaligus dijadikan kantor guru. Kemudian dari sembilan ruang kelas ini yang dipakai hanya enam ruangan, tiga ruangan lainnya dikosongkan karena sudah rapuh. Dia sudah beberapa kali mengajukan perbaikan namun belum juga terealisasi.
“Sejak 2018 saya tugas di sekolah ini sudah mengirimkan proposal,” ujarnya.

Sedangkan jumlah siswa yang bersekolah di SDN Rengasdengklok Selatan VI itu sebanyak 279 orang. Akibatnya kata Yety, satu ruangan kelas bisa diisi 40 bahkan 60 siswa. Kata dia, 60 siswa yang ditampung dalam satu kelas ini dikarenakan kekurangan ruangan kelas. “Kebeneran saja kalau sekarang masih PTM terbatas, jadi gak terlalu numpuk di kelas,” katanya.

Korwilcambidik Rengasdengklok Rusta Anzela mengatakan, rencananya tahun 2019 terdapat enam sekolah di Rengasdengklok yang akan direhab. Tapi hal itu ditunda lantaran pandemi Covid-19. “Saya selalu berusaha untuk diajukan ke Disdikpora dan mencari jalan lain melalui aspirasi,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang Asep Junaedi mengatakan, seluruh bangunan sekolah dasar di Karawang tercatat 7.250 ruang kelas. Pihaknya juga sudah mendata ada 920 ruang kelas yang nantinya diajukan pada tahun anggaran 2022. “Yang diajukan untuk perbaikan tahun 2022 sebanyak 920 ruang kelas,” katanya.

Dikatakan Asep, semua ruang kelas yang sudah rusak tercatat 1.250. Namun sudah ada beberapa sekolah yang diselesaikan pada tahun 2021. Sebagian dari APBD 2 dan sebagian lagi dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“DAK Dapodik yang menyelesaikannya, kalau APBD 2 di PUPR yang menyelesaikan, sehingga tersisa 920 bangunan,” jelasnya.

Menurutnya, adanya satu atau dua bangunan yang ambruk dari 920 bangunan menuju perbaikan ini suatu hal wajar, karena memang kondisi bangunan sudah lapuk. Jika dipersentasekan sangat kecil. Karena hanya ada dua sekolah dari 920 ini yang ambruk. Tetapi, dia juga berharap agar kepala sekolah ada rasa memiliki terhadap bangunan agar tidak sampai ambruk sebelum diperbaiki. “920 ini kita ajukan ke tim anggaran, dewan dan mudah-mudahan bisa selesai dalam waktu dua tahun. Tahun 2021 juga sudah didaftarkan tapi kena refocusing sehingga tidak terealisasi,” ujarnya.

Kedepan, tambah Asep, pembangunan gedung sekolah itu akan fokus pada rehabilitasi atap dengan rangka baja. Target perbaikan sekolah rusak ini akan selesai dalam jangka waktu dua tahun. “Target ibu Cellica harus selesai dua tahun. Sehingga 2024 sudah tidak ada lagi bangunan sekolah yang rusak,” pungkasnya. (nce/mra)