Tahun Baru Nuryadi Menghilang di Tanggul

CARI NURYADI: Warga mencari jejak Nuryadi di tanggul Sungai Citarum Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok.

RENGASDENGKLOK, RAKA – Masyarakat Rengasdengklok geger dengan hilangnya Nuryadi (40), warga Dusun Babakan RT 008/003 Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta.

Korban hilang tanpa jejak di tanggul Citarum Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, saat malam pergantian tahun sekitar pukul 02:00 WIB, Rabu (1/1). Namo (65), orangtua korban, mengatakan saat malam tahun baru Nuryadi berada di rumah orangtuanya, kemudian sebelum Nuryadi hilang tanpa arah, dia lari menuju tanggul citarum, dan puluhan warga sempat mengejar korban sampai bantaran tanggul citarum.

Namun nahas, warga yang mengejar tidak menemukan Nuryadi yang berlari kencang ke arah semak-semak tepi aliran Sungai Citarum itu. “Posisi anak saya waktu itu pakai kaos loreng, celana levis. Terus kaosnya dibuka ada di dekat pohon pisang,” jelas warga Kalijaya II, Desa Rengasdengklok Selatan itu, kepada Radar Karawang, Kamis (2/1).

Saat itu wilayah Rengasdengklok diguyur hujan, sehingga warga pun berusaha mencari jejak kaki korban. Kata Amo, volume air Sungai Citarum pun belum setinggi ini. Sampai saat ini, Nuryadi belum diketahui keberadaannya. “Sekarang keberadaan anak saya ini teka-teki, apakah ada di darat atau di air. Soalnya kalau misalkan di Citarum, tapi gak ada saksi juga,” kata Amo di bantaran tanggul Citarum.

Nuryadi sudah hilang dua hari. Sampai kemarin, pihak keluarga dibantu masyarakat masih berupaya mencari korban di bantaran Citarum. Sementara siang kemarin keluarga Nuryadi sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setempat.

Tubagus Amin, tetangga Amo mengatakan, kemarin siang dirinya mengantarkan pihak keluarga melaporkan kejadian orang hilang ini ke pihak berwenang. Ia mengaku, sebelum melaporkan kejadian ini ke polisi, tetap berupaya melakukan pencarian. Setelah 1×24 jam baru membuat laporan. “Saya menyarankan bangaimana untuk menurunkan anjing pelacak, soalnya kan belum ketahuan kebaradaannya (Nuryadi) di atas atau di bawah (sungai),” pungkasnya. (mra)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *