
PURWAKARTA, RAKA – Di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Wisata Parang Gombong kini menjadi destinasi alam pilihan bagi warga yang mencari suasana tenang dan pemandangan memukau.
Parang Gombong berupa danau yang merupakan bagian dari Waduk Jatiluhur, dikelilingi bukit dan pegunungan dari segala arah, yang menawarkan panorama alam hijau dan udara sejuk.
Kepala Desa Kutamanah, Asep Samsudin, menyampaikan bahwa pengembangan Parang Gombong sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.
”Sejak Wisata Danau Parang Gombong mulai dikenal masyarakat luas, banyak warga lokal yang mulai membuka usaha kecil seperti warung, persewaan perahu, hingga homestay,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan bersama Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) turut membantu koordinasi antar warga dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lokasi wisata.
Berbagai fasilitas sudah tersedia di Parang Gombong. Pengunjung bisa menikmati aktivitas seperti berkemah (camping), memancing di danau, naik perahu, bahkan piknik santai di tepian danau.
Untuk harga tiket masuk, sekitar Rp10.000 per orang, dengan biaya parkir Rp10.000 untuk sepeda motor dan Rp20.000 untuk mobil. Tarif sewa perahu untuk mengelilingi danau juga ditawarkan, serta fasilitas pendukung seperti toilet, warung makan, spot foto, dan mushola.
Waktu operasional Parang Gombong bersifat fleksibel, terbuka 24 jam setiap hari, sehingga pengunjung bebas datang kapan pun mereka mau, baik pagi hari untuk sunrise maupun sore hari untuk menikmati sunset.
Seorang pengunjung asal Bekasi, Lia (30), mengatakan bahwa keindahan alam di Parang Gombong melebihi ekspektasinya.
“Saya datang pagi sekali, ingin melihat kabut tipis di atas danau, juga nuansa tenang saat matahari terbit. Ternyata benar-benar indah, udara dingin dan suasana damai sekali,” ujarnya.
Lia juga menyebut bahwa trek ke lokasi cukup mudah dijangkau meski beberapa jalan sempit dan harus hati-hati, terutama saat malam hari.
Lia berharap agar fasilitas pendukung semakin ditingkatkan, terutama keamanan di jalan menuju lokasi dan penerangan di area camping. “Kalau ada lampu jalan, pagar pembatas di area tebing serta petunjuk arah yang jelas, pasti lebih aman dan nyaman,” katanya. (yat)



