Purwakarta
Trending

Disarpus Kembangkan Arsip Berbasis Digital

PURWAKARTA, RAKA – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Purwakarta terus memperkuat perannya dalam menghadapi tantangan literasi dan keterbukaan informasi di era digital.

‎Melalui penguatan literasi dan percepatan digitalisasi arsip daerah, Disarpus berupaya menjadikan arsip dan perpustakaan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.

Kepala Disarpus Kabupaten Purwakarta, Aan, menilai arsip memiliki nilai strategis yang kerap luput dari perhatian publik. Ia mengatakan arsip bukan sekadar dokumen administratif, melainkan rekam jejak sejarah dan identitas daerah yang menentukan arah pembangunan ke depan.

“Arsip bukan hanya tumpukan kertas dan dokumen, tetapi bagian penting yang tidak terpisahkan dari perjalanan perkembangan suatu daerah,” ujar Aan belum lama ini.

Menurutnya, pengelolaan arsip yang baik akan mendukung terciptanya pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Karena itu, lanjutnya, Disarpus terus mengembangkan sistem pengarsipan berbasis digital agar arsip daerah tersimpan secara tertib, aman, serta mudah diakses oleh masyarakat dan pemangku kepentingan.

Selain arsip, transformasi perpustakaan daerah juga menjadi perhatian serius. Aan menyebut perpustakaan kini tidak lagi diposisikan semata sebagai tempat membaca, tetapi dirancang menjadi ruang publik yang inklusif, nyaman, dan ramah bagi generasi muda.

“Berbagai fasilitas dan layanan pun terus ditingkatkan agar masyarakat merasa betah dan menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar bersama,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Perpustakaan adalah tempat kita semua untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan, sekaligus mencerdaskan anak bangsa,” katanya.

Aan menyebut bahwa upaya mendekatkan arsip kepada publik juga dilakukan melalui kehadiran Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara. Keduanya menjadi ruang edukasi yang menyajikan arsip sejarah secara visual dan menarik, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

‎Di sisi lain, Disarpus Purwakarta turut memperkuat sinergi dengan perpustakaan desa, sekolah, serta komunitas literasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya baca dan membangun ekosistem literasi yang merata hingga ke pelosok daerah.

Aan mengakui tantangan literasi di era digital semakin kompleks, terutama dengan derasnya arus informasi yang belum tentu benar. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk lebih cakap dalam memilah informasi serta menumbuhkan kepedulian terhadap arsip dan budaya membaca.

“Semoga apa yang kami lakukan dapat memberi dampak positif bagi kemajuan Purwakarta,” pungkasnya. (yat)

Related Articles

Back to top button