HEADLINE
Trending

Ancaman Bencana di Awal Tahun

Lumbung Padi Dilanda Banjir

KARAWANG, RAKA– Beberapa hari ini, hujan deras yang mengguyur wilayah Karawang menyebabkan banjir di sejumlah desa. Selain banjir, di awal tahun 2026 juga terjadi sejumlah peristiwa bencana, seperti angin kencang yang menumbangkan beberapa pohon dan merobohkan rumah, hingga peristiwa kebakaran.

Badan Peanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat beragam peristiwa bencana pada periode Januari ini, peristiwa yang banyak terjadi yaitu banjir.

Misalnya, di Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, ribuan warga terdampak banjir, sehingga menyebabkan aktivitas warga lumpuh, Minggu (11/1). Saat itu ketinggian air banjir di desa tersebut bervariasi. Tidak hanya merendam permukiman, terjangan arus air yang kuat juga mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

Danramil 0405/Pedes, Kapten Chk Oman Adiana Saputra, memastikan kondisi tetap terkendali, tim gabungan Muspika Kecamatan Cibuaya bersama Babinsa turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan, pendataan, serta pemetaan wilayah terdampak banjir.

Hingga sore hari kondisi banjir berangsur membaik dan tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.

“Alhamdulillah, air mulai surut dan situasi terpantau aman serta kondusif,” ujarnya Kapten Oman, Senen kepada awak media (12/1)

Kapten Oman mengatakan untuk mencegah banjir tidak terulang, maka perlu dilakukan normalisasi Kali Alam dan pembersihan sampah di saluran air. Hal itu menjadi solusi mendesak yang harus segera direalisasikan.

“Penyumbatan akibat sampah menjadi faktor utama. Normalisasi sungai dan pembersihan total saluran air adalah langkah krusial demi keselamatan warga Cibuaya ke depan,” imbuhnya.

Selain di Cibuaya, banjir juga melanda Desa Karangligar, Kecamatan Karawang Barat. Petugas PB Karangligar, Kaming mengatakan masih ada beberapa rumah yang masih terendam.

“Kemarin sempat surut nyampe untuk rumahnya, namun bagian halaman rumah masih terendam setelah intensitas hujannya minggu-minggu ini lumayan deras, akhirnya beberapa rumah kembali terendam,” katanya melalui pesan tertulis.

Atas peristiwa bencana banjir ini, BPBD Karawang terus mendistribusikan bantuan ke beberapa desa terdampak.

“Banjir tadi mlam juga sudah surut, dan logistik sudah diberikan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Karawang Usep Supriatna.

Sementara itu, BPBD Jawa Barat mencatat 18 kejadian bencana pada periode 1-13 Januari 2026. Rinciannya, 10 kejadian banjir, enam cuaca ekstrem, dan dua peristiwa tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menyebut banjir dan longsor masih menjadi ancaman utama di wilayahnya pada awal tahun ini.

“Tercatat ada 10 kejadian banjir dan enam cuaca ekstrem. Alhamdulillah, untuk kekeringan nihil,” ujar Teten, dikutip Selasa (13/1).

Teten menjelaskan, secara umum seluruh wilayah Jawa Barat memiliki potensi bencana. Namun, hingga pertengahan Januari 2026, Kabupaten Karawang menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak.
“Cuaca ekstrem dan banjir paling banyak di Karawang dengan total lima kejadian,” jelasnya. (mra/zal).

Desa
Krangligar – Banjir – 21 KK
Pisangsambo – Banjir – 81 KK
Cibuaya – Banjir – 429 KK
Kertarahayu – Banjir – 1135 KK
Pajaten – Angin Kencang – 1 KK
Medangasem – Banjir – 655 KK
Medangasem – Kebakaran – 1 KK
Cemarajaya – Banjir – 901 KK
Pasirjaya – Rumah Roboh – 1 KK
Kalangsari – Banjir – 280 KK
Batujaya – Banjir – 1339 KK
Segaran – Banjir – 2006 KK
Tanahbaru – Pohon Tumbang – 14 KK
Pasirjengkol – Kebakaran – SDIT Nurul Imam 2

Related Articles

Back to top button