Uncategorized
Trending

Dongkrak Budaya Literasi di Sekolah Swasta

Karya Siswa Bakal Dibukukan

KARAWANG, RAKA- Forum Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Swasta Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Gebyar Literasi yang menjadi ajang apresiasi sekaligus puncak gerakan literasi pelajar, Sabtu, (31/1). Kegiatan ini merupakan hasil proses panjang pembinaan menulis yang telah dimulai sejak November 2025.

‎Ketua Panitia Agus Purwanto mengatakan, bahwa program ini melibatkan sekitar 24 SMA swasta se-Kabupaten Karawang. Seluruh kepala sekolah bersepakat untuk bersama-sama menggerakkan budaya literasi di lingkungan sekolah swasta. ‎

“Awalnya kami mengumpulkan para kepala sekolah SMA swasta. Kami sepakat mendorong literasi, lalu muncul ide membuat lomba cipta cerpen dan puisi. Dari karya-karya siswa itu kemudian kami bukukan,”katanya, Sabtu (31/1).

‎‎Dari proses tersebut, lahirlah tiga buku antologi. Buku pertama berisi kumpulan cerpen berjudul “Jalan Hidup Generasi Z”, buku kedua kumpulan puisi “Kesehatan Mental di Balik Layar Gawai”, serta satu buku karya pribadi Agus Purwanto yang memuat cerpen dan puisi bertema refleksi dunia pendidikan.

‎Sebelum karya dibukukan, sambungnya, para siswa terlebih dahulu mendapat pembinaan intensif. Panitia menghadirkan dosen Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) Dian serta penggiat puisi dari Kota Bekasi Wili yang mendampingi pelatihan penulisan selama empat hari. Setelah itu, pembinaan dilanjutkan oleh guru pendamping di masing-masing sekolah hingga terkumpul antologi cerpen dan puisi.

“Gebyar Literasi kali ini juga menjadi ajang penghargaan bagi siswa. Penghargaan diberikan kepada enam karya puisi terbaik, enam cerpen terbaik, serta enam tim terbaik dalam bidang pemasaran buku,”paparnya.

‎‎Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan menulis, tetapi juga melatih jiwa kewirausahaan siswa. Panitia menghadirkan dosen President University Suresh Kumar untuk membekali siswa strategi memasarkan buku, baik di lingkungan sekolah maupun melalui media sosial.

‎Anak-anak tidak hanya belajar bahasa dan sastra, tetapi juga belajar memasarkan karya mereka. Dalam waktu singkat, buku-buku ini sudah terjual sekitar 521 eksemplar,”ujarnya.

‎‎Ia berharap, ratusan buku yang telah tersebar di Karawang bisa menjadi pemantik gerakan literasi di dunia pendidikan. Kegiatan ini pun diharapkan dapat menjadi agenda tahunan agar siswa terus terlatih menulis sekaligus percaya diri mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri.

‎”Dari sisi isi, karya-karya siswa dinilai dekat dengan kehidupan Generasi Z, terutama dalam menyikapi penggunaan gawai dan media sosial secara positif. Melalui karya sastra, siswa diajak lebih bijak membagi waktu, sekaligus memanfaatkan media sosial sebagai sarana kreatif dan produktif,”tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button