KARAWANG, RAKA– Air sudah surut di sebagian desa di Kabupaten Karawang, namun saat ini tersisa tujuh kecamatan, 15 desa/kelurahan masih terendam. Bahkan, ada wilayah yang sudah dua pekan terendam banjir seperti di Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat dan Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang merilis pembaruan data wilayah terdampak banjir per Minggu (1/2) pukul 10.00 WIB. Kepala BPBD Karawang Usep Supriyatna mengatakan banjir masih merendam sejumlah kecamatan dengan ketinggian muka air bervariasi.
Menurut Usep, tercatat sebanyak tujuh kecamatan terdampak, yakni Cilamaya Wetan, Karawang Barat, Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Pakisjaya, dan Batujaya, dengan total 15 desa/kelurahan.
“Di Kecamatan Cilamaya Wetan, banjir merendam Desa Muarabaru dengan tinggi muka air (TMA) 10–30 sentimeter. Kecamatan Karawang Barat meliputi Kelurahan Tanjungpura (±50 cm) dan Tanjungmekar (20–50 cm),”katanya, Minggu (1/2).
Menurutnya, wilayah Kecamatan Rengasdengklok menjadi salah satu yang cukup terdampak, meliputi Rengasdengklok Utara (20–60 cm), Kalangsari (20–50 cm), Rengasdengklok Selatan (25–50 cm), Karyasari (10–40 cm), serta Kertasari dengan ketinggian air mencapai 30–120 cm.
”Di Kecamatan Telukjambe Barat, banjir merendam Karangligar dengan ketinggian 50–150 cm dan Parungsari 40–100 cm. Sementara di Telukjambe Timur, Desa Sukamakmur terdampak dengan ketinggian air 30–100 cm,”paparnya.
Diteruskannya, Kecamatan Pakisjaya mencatat genangan di Telukbuyung, Telukjaya (masing-masing 30–100 cm), serta Tanjungmekar (20–50 cm). Adapun di Kecamatan Batujaya, Desa Segaran terendam dengan tinggi air 50–110 cm.
Secara keseluruhan, sambungnya, BPBD mencatat 3.322 rumah terdampak, dengan 3.964 kepala keluarga atau 11.924 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut terdapat kelompok rentan, yakni 1.365 balita, 313 bayi, 467 lansia, serta 74 ibu hamil.
“Jumlah warga yang mengungsi tercatat sebanyak 3.368 jiwa. Dampak banjir juga meluas ke sektor pertanian dan perikanan. Luas sawah terdampak mencapai 4.754 hektare, sedangkan tambak yang terendam tercatat 4.079 hektare,” terangnya.
BPBD Karawang turut menyampaikan sejumlah rekomendasi mitigasi bencana banjir. Di antaranya menjaga fungsi kawasan hutan di wilayah hulu seperti Bogor, Bandung, dan Purwakarta agar tetap menjadi daerah resapan air. Selain itu, pembangunan bendungan di wilayah hulu dan Karawang bagian selatan seperti Tegalwaru dan Pangkalan dinilai perlu ditambah dan dilanjutkan.
“Normalisasi sungai besar maupun sekunder juga dianggap mendesak untuk mengatasi sedimentasi dan pendangkalan akibat material banjir. BPBD juga mendorong perbaikan tanggul kritis di enam titik serta dua titik tanggul jebol di Cilamaya Wetan, termasuk peningkatan drainase, pompanisasi, dan pintu air di wilayah rawan banjir sesuai kewenangan instansi terkait,” tutupnya. (zal).



