Karawang
Trending

Lima PKL Diangkut Satpol PP

radarkarawang.id – Lima pedagang kaki lima (PKL) diangkut Satpol PP setelah terjaring razia di sepanjang Jalan Galuh Mas–Lampu Merah Bintang Alam pada Kamis (11/12) pagi.

Para PKL tersebut kedapatan berjualan di bahu jalan, lokasi yang selama ini dikeluhkan warga karena menimbulkan penyempitan jalur dan mengganggu kelancaran arus kendaraan.

Kasi Opsdal Satpol PP Karawang Tata Suparta mengatakan, bahwa patroli dimulai sekitar pukul 08.30 WIB sebagai respons atas pengaduan masyarakat. Laporan yang diterima menyebutkan bahwa bahu jalan kerap digunakan sebagai area berdagang, sehingga kendaraan harus melambat atau berpindah jalur secara mendadak.

“Dari hasil patroli, ditemukan lima PKL yang sedang berjualan. Mereka kami berikan imbauan dan diarahkan untuk memindahkan barang dagangannya dari bahu jalan,”katanya, kepada Radar Karawang, (11/12).

Menurutnya, penertiban dilakukan dengan pendekatan persuasif agar tidak menimbulkan konflik dan tetap menjaga aktivitas ekonomi warga. Tata menegaskan, bahwa bahu jalan tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan berdagang karena merupakan fasilitas umum yang seharusnya steril dari aktivitas apa pun yang dapat mengganggu keselamatan.

Diteruskannya juga, hal tersebut berdasarkan Perda Kabupaten Karawang Nomor 10 Tahun 2020 yang mengatur ketertiban jalur hijau, fasilitas umum dan penataan PKL. Dalam aturan ini pemanfaatan bahu jalan sebagai tempat berjualan secara tegas dilarang.

“Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa menimbulkan kemacetan dan risiko kecelakaan. Pengguna jalan pun banyak yang merasa terganggu,” paparnya.

Satpol PP, lanjut Tata, berencana meningkatkan frekuensi patroli di titik-titik yang rawan muncul kembali aktivitas PKL. Ia tidak menutup kemungkinan pemberlakuan tindakan lebih tegas apabila pedagang yang sama terus mengulangi pelanggaran meski sudah diberikan imbauan.

“Kami mengedepankan persuasif, tetapi kalau pelanggarannya berulang, tentu ada tindakan yang harus diberikan sesuai aturan. Tujuannya bukan mematikan usaha mereka, tapi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama,” paparnya.

Menurutnya, patroli di kawasan tersebut diperkirakan masih diperlukan ke depan mengingat wilayah Galuh Mas dan sekitarnya merupakan salah satu jalur padat. Warga pun berharap penertiban tidak hanya dilakukan sekali, tetapi berkelanjutan agar area sekitar tetap tertib dan tidak lagi digunakan sebagai lokasi berjualan liar. (zal)

Related Articles

Back to top button