Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Uncategorized

Forum CSR Tenant Indotaisei Tanam 20.500 Mangrove, Perkuat Perlindungan Pesisir Karawang

KARAWANG, RAKA- Sebanyak 20.500 bibit mangrove ditanam di Kawasan Ekosistem Pesona Alas Mangrove, Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Penanaman tersebut dilakukan Forum CSR Tenant Indotaisei sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia itu melibatkan 26 perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR Tenant Indotaisei, perwakilan Pemerintah Kabupaten Karawang, serta mitra lokal Konservasi Cipta Pesona Desa (CPD).

Penanaman mangrove dilakukan di tengah ancaman abrasi yang masih membayangi wilayah pesisir Karawang. Berdasarkan data Dinas Kehutanan, sepanjang 84 kilometer garis pantai Karawang menghadapi ancaman abrasi akibat kerusakan kawasan mangrove.

Ketua Forum CSR Tenant Indotaisei Maridi mengatakan, penanaman 20.500 bibit mangrove tersebut merupakan bentuk investasi jangka panjang terhadap kelestarian lingkungan.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kelangsungan hidup bumi dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,”katanya, Rabu (19/8).

Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah II Jawa Barat, Budi, mengapresiasi langkah yang dilakukan Forum CSR Tenant Indotaisei. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan Gerakan Leuwung Hijau sebagaimana Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 40 Tahun 2025.

Ia menilai keterlibatan dunia usaha dalam menjaga lingkungan menunjukkan bahwa aktivitas industri tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan ekosistem.

Sementara itu, Ketua Konservasi Cipta Pesona Desa (CPD) Ahmad Fatoni menyebut, kolaborasi dengan Forum CSR Tenant Indotaisei yang telah berlangsung selama beberapa tahun mulai memberikan dampak terhadap pemulihan ekosistem sekaligus perekonomian masyarakat.

“Hingga tahun 2026, total akumulasi penanaman mangrove di kawasan ini telah mencapai lebih dari 362.000 pohon dengan estimasi pemulihan luasan ekosistem mangrove hingga 13 hektar,” jelas Ahmad.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada pemulihan lingkungan. Keberadaan kawasan mangrove juga turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM dan pengembangan desa wisata.

Kepala Desa Muarabaru Ato Sukanto, turut mengapresiasi kontribusi perusahaan yang ikut melakukan penanaman mangrove di wilayahnya. Ia menilai keberadaan vegetasi mangrove dapat menjadi salah satu benteng alami dalam menghadapi abrasi pantai.

“Kehadiran vegetasi mangrove sangat membantu menanggulangi ancaman dan dampak abrasi pantai di kawasan Desa Muarabaru. Ke depannya, saya berharap kawasan ekosistem mangrove yang terbangun tidak hanya berfungsi sebagai benteng lingkungan, tetapi juga dikembangkan menjadi destinasi wisata pesisir atau ekowisata,” ungkap Ato.

Dukungan juga disampaikan perwakilan Bapperida Karawang, Arleni, dan perwakilan Bidang Pengendalian Perubahan Iklim DLH Karawang, Sri Mukti. Program penanaman mangrove dinilai dapat membantu mempercepat pencapaian target penurunan emisi daerah.

Sri Mukti mengatakan Kabupaten Karawang memiliki target penurunan Gas Rumah Kaca (GRK) sektor lahan dan kebencanaan sekitar 30.000 ton ekuivalen CO₂. Namun, kontribusi penanaman mangrove dari berbagai perusahaan swasta membuat capaian penyerapan emisi meningkat secara signifikan.

“Berkat kontribusi penanaman ratusan ribu bibit mangrove dari berbagai perusahaan swasta, realisasi penyerapan emisi Karawang melompat drastis hingga mencapai 90.000 ton ekuivalen CO₂,” tutur Sri Mukti.

DLH Karawang bersama Bapperida juga menekankan pentingnya pemeliharaan setelah penanaman. Bibit mangrove yang sudah ditanam diharapkan tidak mengalami kerusakan maupun dialihfungsikan.

Aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk tambak, juga diimbau tetap memperhatikan keberadaan sabuk pelindung mangrove agar tidak mengganggu kawasan konservasi dan fungsi perlindungan pesisir.

Adapun 26 perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR Tenant Indotaisei yakni PT AICA Indonesia, PT Asahimas Flat Glass Tbk, PT Astra Honda Motor, PT B Braun Pharmaceutical Indonesia, PT Bio Farma (Persero), PT Daido Indonesia Manufacturing, PT Gemala Kempa Daya, PT G-Tekt Indonesia Manufacturing, PT Honda Precision Parts Manufacturing, PT Indonesia Koito, PT Indonesia Nippon Steel Pipe, PT Indotaisei Indah Development, PT Kalbe Morinaga Indonesia, PT Kawai Indonesia, PT Koyama Casting Indonesia, PT Mane Indonesia, PT Mitsui Chemicals Polyurethanes Indonesia, PT Molten Aluminum Producer Indonesia, PT Moresco Indonesia, PT Nippon Konpo Indonesia, PT Sanghiang Perkasa, PT Shinih Nonwovens Indonesia, PT Sumi Rubber Indonesia, PT Aica Techno Wood Indonesia, PT Tritunggal Multi Chemicals, dan PT Yamatogomu Indonesia.

Sementara itu, terdapat 14 perusahaan yang berpartisipasi dan memberikan donasi secara mandiri dalam program penanaman 20.500 bibit mangrove tahun 2026. Perusahaan tersebut yakni PT Asahimas Flat Glass Tbk, PT B. Braun Pharmaceutical Indonesia, PT Bio Farma (Persero), PT Daido Indonesia Manufacturing, PT G-Tekt Indonesia Manufacturing, PT Honda Precision Parts Manufacturing, PT Indonesia Koito, PT Indonesia Nippon Steel Pipe, PT Indotaisei Indah Development, PT Molten Aluminum Producer Indonesia, PT Nippon Konpo Indonesia, PT Aica Techno Wood Indonesia, PT Mane Indonesia, dan PT Yamatogomu Indonesia.

Kontribusi Forum CSR Tenant Indotaisei diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berlanjut pada pemeliharaan dan perlindungan kawasan. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat perlindungan pesisir Karawang dari abrasi sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan. (zal)

Related Articles

Back to top button