Geger Bau Menyengat di Kamar Kos Purwakarta, Lansia Asal Karawang Ditemukan Meninggal

PURWAKARTA, RAKA – Seorang pria lanjut usia meninggal dunia di sebuah kamar kos di Kampung Cikopak, Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Jumat (22/5).
Korban bernama Puryanto (70), seorang karyawan swasta asal Kabupaten Karawang yang tinggal seorang diri di kamar kos tersebut.
Penemuan korban bermula saat warga mencium aroma tidak sedap yang berasal dari kamar korban dan semakin menyengat dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Purwakarta Terjunkan Puluhan Petugas Periksa Kesehatan Hewan Kurban
Merasa curiga, warga kemudian melaporkan kondisi tersebut melalui layanan Call Center 110 Polri. Tidak lama, jajaran Polres Purwakarta dengan menerjunkan Tim Inafis Satreskrim bersama personel gabungan lainnya datang ke lokasi kejadian.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan sterilisasi area dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar rumah kos. Karena tidak ada respons dari dalam kamar, polisi akhirnya melakukan pembongkaran pintu untuk memastikan kondisi penghuni.
Polisi mendapati korban dalam posisi terlentang dan telah mengalami pembusukan. Tim Inafis kemudian melakukan identifikasi, dokumentasi tempat kejadian perkara, hingga pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.
Kemudian polisi mengevakuasi janazah ke RSUD Bayu Asih Purwakarta guna pemeriksaan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari informasi warga sekitar, korban memiliki riwayat penyakit asma dan selama ini hidup seorang diri di tempat kos tersebut. Keluarga korban juga menolak dilakukan autopsi.
Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini mengatakan, respons cepat dari petugas merupakan bentuk pelayanan kepolisian.
Tonton Juga: Rumah Wawan Tak Layak Huni
“Begitu menerima laporan dari warga, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, identifikasi dan pemeriksaan secara profesional guna memastikan situasi tetap aman serta memberikan kepastian kepada masyarakat,” ujar Tini, Sabtu (24/5).
Ia menambahkan, kehadiran Tim Inafis tidak hanya sebatas melakukan identifikasi korban, tetapi juga memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur dan berdasarkan fakta di lapangan.
Selain itu, pihak kepolisian turut mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di lingkungan masyarakat, khususnya terhadap warga lanjut usia atau mereka yang tinggal sendiri.
“Kepedulian lingkungan sangat penting,” pungkasnya. (yat)



