363 Ruang Kelas Terancam Ambruk

AMBRUK: Ruang kelas SDN Bayur Kidul 1, Kecamatan Cilamaya Kulon, ambruk karena tidak kunjung diperbaiki.

CILAMAYA, RAKA – Ruang kelas ambruk kembali menimpa sekolah di Kabupaten Karawang. Kali ini, peristiwa yang biasa terjadi itu menerpa SDN Bayur Kidul 1, Kecamatan Cilamaya Kulon. Beruntung terjadi pada malam hari sehingga tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa.

Kepala SDN Bayurkidul 1 Akhmad Holili mengatakan, tanda-tanda akan roboh sudah dirasakan warga setempat pada Sabtu (9/10) pukul 19.00 WIB. Mendengar itu, dia mendatangi lokasi kejadian. Tak lama kemudian ruang kelas tersebut ambruk. “Karena lokasi sekolah dekat dengan rumah saya, saya langsung ke sekolah,” ucapnya kepada Radar Karawang, Selasa (12/10).

Ia melanjutkan, dia melihat langsung detik-detik robohnya ruang kelas tersebut. Satu per satu kusen atap ruang kelas mulai patah, hingga akhirnya ambruk ke dalam ruangan. Karena kusen yang ambruk kedalam menahan tembok, sehingga tembok juga ikut roboh. Bahkan rumah milik warga yang berada tepat di samping ruang kelas juga ikut rusak. “Tapu sudah kita ganti rugi untuk kerusakan rumah warga, karena cuma sekitar 50 genting rumah warga yang rusak,” tambahnya.

Ia mengaku, ruang kelas yang ambruk itu memang sudah tidak digunakan sejak sepuluh bulan lalu, karena kondisinya yang sudah rusak dengan ditandai atap mulai cekung. Menurutnya, meskipun hanya satu ruang kelas yang roboh, satu ruang kelas disamping ruang kelas yang roboh itu juga mengalami kerusakan pada bagian atap. “Jadi yang roboh itu ruang kelas 1, sedangkan ruang kelas 3 yang ada dismpingnya juga ikut rusak karena satu atap,” akunya.

Masih dikatakannya, pada Minggu pagi lalu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang Asep Junaedi juga sudah melakukan pemantauan dan meminta kepada pihak sekolah untuk mengajukan perbaikan. Berdasarkan pantauan, perbaikan hanya dilakukan dengan membangun kembali satu ruangan, dan perbaikan sebagian atap yang rusak. “Karena yang sudah rapuh memang atapnya, satu ruang yang roboh saja karena diterjang atap yang roboh,” katanya.
Pihaknya berharap, perbaikan ruang kelas tersebut bisa secepatnya dilakukan. Pasalnya sekolah tidak memiliki lagi ruang kelas untuk siswa selama PTM ini. “Untuk kelas 1 dan 2 saja kita lakukan sift karena tidak ada ruangan lagi. Ditambah sekarang mengalami kerusakan dua ruangan, maka sementara kita liburkan dulu,” pungkasnya.

Kepala Disdikpora Kabupaten Karawang Asep Junaedi mengatakan, ruang kelas yang roboh di SDN Bayur Kidul 1 sebelumnya sudah masuk dalam usulan perbaikan. “Di Karawang ada 7.250 ruang kelas SD. Dan yang roboh kemarin sudah masuk dalam rencana perbaikan,” ungkapnya.

Kasi Sarana Prasarana Bidang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Cece Saripudin sempat mengatakan, ada 380 sekolah yang membutuhkan bantuan perbaikan sarana dan prasarana. “Masih ada 380 sekolah dibagi beberapa kebutuhan. Diantaranya kebutuhan jamban, perpustakaan dan rehabilitasi ruang kelas,” kata Cece.

Cece memaparkan, dari 380 sekolah yang memerlukan bantuan sarana dan prasarana itu terbagi beberapa kebutuhan. Diantaranya 197 kebutuhan ruang kelas baru, 363 kebutuhan rehabilitasi kelas, 119 kebutuhan pembangunan toilet dan 12 kebutuhan rehabilitasi perpustakaan. “380 sekolah dikali berapa kelas. Ada yang satu sekolah 2 kelas, 3 kelas dan beberapa kelas,” paparnya. (mal/nce)